What’s Up, Hazard? Pelatihan K3 Umum Elektromekanik 2014


Jumat, 07 April 2017 - 16:43:22 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 1257 kali


Yogyakarta (6/4/2017). Dalam rangka memberikan pengetahuan serta membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Program Studi Elektromekanik Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) mengadakan sebuah pelatihan K3 Umum dengan sasaran mahasiswa Elektromekanik semester 6 tahun ajaran 2016/2017. Pelatihan diikuti sejumlah 30 peserta.

 

Pelatihan K3 Umum dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu, 1-2 April 2017 dengan narasumber Patisina S.T (Trainer dan konsultan bisnis yang sedang menyelesaikan program S3 dalam bidang Psikologi) dan Ir. Zaenal Abidin, M.Kes (Dosen STTN). Kehadiran dua narasumber tersebut membuat rangkaian acara pelatihan terasa lebih segar dan tidak monoton.  Kedua pemateri merupakan expert dalam bidang K3.

 

Penerapan Budaya K3 merupakan salah satu bentuk kontrol kualitas suatu instansi. Dengan budaya K3, maka proses kerja diharapkan berjalan lancar tanpa hambatan berupa potensi bahaya (hazard) yang dapat memacu terjadinya sebuah accident baik berupa Penyakit Akibat Kerja (PAK) ataupun Kecelakaan Akibat Kerja (KAK).

 

Hari pertama pelatihan diawali dengan Pre Test untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mengetahui poin penting materi yang akan disampaikan. Selanjutnya mahasiswa diberikan pengetahuan dasar mengenai K3, seperti definisi K3 dan hal-hal yang berkaitan dengan K3, tujuan K3, Kebijakan K3 Nasional dan SMK3 oleh Patisina S.T, M.Eng selaku pemateri I. Alih-alih memperhatikan dengan tenang, saat peserta mulai bosan dengan materi, seketika ruangan menjadi gaduh oleh forum-forum kecil tanpa arah. Oleh karenanya, Patisina memberikan sentuhan variatif sebagai penetralisir  kebosanan dengan cara hipnotheraphy dan relaksasi. Dalam hal ini hipnotherapy dimaksudkan untuk memantapkan pilihan seseorang dalam kondisi alfa. Selain itu juga diberikan contoh teknik relaksasi dan memfokuskan diri pada suatu pekerjaan, yang mana secara tidak langsung hal-hal tersebut mendukung dalam keselamatan dan kesehatan kerja. Artinya dalam kondisi pikiran fokus maka pekerjaan akan mudah terselesaikan, dan dalam kondisi penat setelah bekerja maka teknik relaksasi yang benar akan membuat manusia menjadi tetap sehat. “Jadi lebih santai dan percaya diri,” ujar Bugar Adhi Pardhana, sebagai salah satu voluenter model relaksasi.

 

Ir. Zaenal Abidin, M. Kes selaku pemateri II menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan K3 secara umum. Salah satu materi yang disampaikan yaitu mengenai 3 hal penting dalam pencegahan kecelakaan (hazard controlling) yakni  Engineering Control dengan Job Safety Analysis, Administration Procedur dengan Management System, dan Human Control dengan Job Safety Observation. Tanpa adanya Engineering Control maka akan terjadi Unsafe Condition, tanpa Administration yang baik maka akan terjadi Management Failure dan tanpa Human Control maka akan menimbulkan Unsafe Action yang mana keseluruhannya akan menciptakan sebuah kecelakaan kerja atau Accident. Dengan pengetahuan tersebut, diharapkan mahasiswa mampu berbudaya K3 dalam kegiatan sehari-hari maupun dalam lingkungan kerja sebagai bentuk pengendalian Hazard yang menimbulkan Accident.

 

Selain materi terkait K3 umum, pada pelatihan kali ini juga diberikan materi berupa aturan, prosedur dan gambaran perihal K3. Artinya pelatihan ini mencover berbagai pengetahuan umum tentang K3 Listrik, K3 Konstruksi, K3 Laboratorium dan lain-lain. Pembahasan lebih ditekankan pada manajemen K3 secara umum dalam sebuah instansi, semisal pembuatan aturan SOP, perizinan dan organisasi dalam K3.

 

Peserta pelatihan K3 Umum ini akan mendapatkan sertifikat Pelatihan K3 Umum dari perusahaan jasa K3 terkait. Dengan adanya sertifikat, maka dapat berlaku sebagai salah satu dokumen pendamping ijazah tanpa melupakan esensi utama dari pelatihan yaitu “menciptakan budaya K3”. Diharapkan sesuai pelatihan mahasiswa mampu menerapkan budaya K3 sehingga tercipta “nihil kecelakaan kerja” dan memiliki outcome “menekan resiko kerugian akibat kecelakaan kerja” baik dalam lingkungan kampus maupun lingkungan kerja selepas menempuh pendidikan di STTN-BATAN Yogyakarta. (yas)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies