Peran STTN Dalam Mewujudkan Internet Reactor Laboratory (IRL)


Senin, 08 Mei 2017 - 16:07:06 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 177 kali


(Yogyakarta, 4/5/17). Selama empat hari, dimulai pada tanggal 25 – 28 April 2017, reaktor Kartini yang terletak di kawasan nuklir Yogyakarta menerima kunjungan expert mission bidang Internet Reactor Laboratory (IRL) dari IAEA, Prof. Dr. Pablo Cantero. Beliau adalah Profesor dari Balsiore Institute Argentina, peneliti dan pengembang di RA-10 reaktor serta Expert pada IRL di fasilitas reaktor RA-6 Bariloche, Argentina.

 

Kunjungan ini dimaksudkan untuk melakukan diskusi dan evaluasi serta diskusi ilmiah terkait kesiapan Reaktor Kartini untuk mewujudkan IRL. Kunjungan beliau merupakan tindak lanjut kerjasama dari Bidang Reaktor Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) Yogyakarta dalam rangka mewujudkan sebuah sistem pembelajaran jarak jauh berbasis reaktor sebagai laboratorium yang dikenal dengan konsep IRL.

 

Pada kegiatan tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) turut berperan dalam menyusun grand design IRL Reaktor Kartini melalui tim kolaborasi dosen (baik prodi Elektronika Instrumentasi maupun Elektromekanik) serta mahasiswa STTN (M. Septyawan Aulia), serta dukungan perangkat lunak maupun keras yang digunakan. Peran aktif ini ditunjukkan melalui studi komprehensif dalam merancang dan menentukan grand design IRL yang akan digunakan oleh Reaktor Kartini. Cukup banyak pilihan design dan konsep IRL, tetapi disepakati dan dipilih konsep yang hampir sama dengan IRL milik RA-6 Bariloche, Argentina. Hal ini dikarenakan konsep IRL RA-6 lebih dinamis dan interaktif dalam proses pembelajarannya.

 

Menurut Prof. Dr. Pablo Cantero, desain dan progress yang dilakukan oleh tim IRL sudah bagus baik dari sisi sistem data akusisi, database maupun protokol pembelajaran, hanya perlu sedikit sentuhan dalam pengembangan web aplikasi serta perubahan protokol pembelajaran yang berbasis tatap muka menjadi web protokol pembelajaran. Hal tersebut ditanggapi optimis oleh Taxwim, selaku Kepala Bidang Reaktor  PSTA dan berharap akhir Juni 2017, IRL versi pertama dengan tiga protokol pembelajaran siap diluncurkan. Besar harapan agar STTN dapat menjadi kampus pertama yang memanfaatkan fasilitas IRL.

 

Kunjungan expert mission  ini selain di Reaktor Kartini, Prof. Dr. Pablo Cantero juga berkesempatan untuk mengunjungi STTN. Dalam kunjungan tersebut, Pablo mempresentasikan mengenai IRL dan hubungannya dengan lembaga pendidikan seperti STTN-BATAN serta melakukan diskusi dengan Ketua dan dosen STTN, membahas tentang pemanfaatan IRL oleh institusi pendidikan dan peluang kerja sama penelitian antara STTN dan Balsiore Institute. Pablo mengatakan bahwa STTN merupakan sebuah institusi pendidikan yang istimewa dan sangat berpotensi dalam perkembangan IRL dan kenukliran di Indonesia.

 

Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN juga mengharapkan ke depan dosen dan mahasiswa STTN akan semakin banyak terlibat dalam kegiatan IRL, baik sebagai local lecture maupun dalam pengembangan sistem IRL. Pertemuan di STTN diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan oleh Ketua STTN kepada Prof. Dr. Pablo Cantero.(abm-awn)

 

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies