STTN Diperkenalkan Kepada Dua Direktur Jenderal di Kemenristekdikti


Jumat, 09 Juni 2017 - 13:58:45 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 721 kali


Jakarta, 6 Juni 2017. Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Edy Giri Rachman Putra, Ph.D.  bersama dosen STTN, Ir. Aliq, Ph.D. yang mendampingi Sekretaris Utama BATAN, Ir. Falconi Margono M.M., berkesempatan bertatap muka untuk audiensi dan berdiskusi dengan Direktur Jenderal Kelembagaan Iptekdikti, Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc.  serta Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Prof. Intan Ahmad, Ph.D. di Gedung D, Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi, Kemenristekdikti, Jakarta.


Pada kesempatan itu, sejarah serta kedudukan STTN dalam organisasi BATAN disampaikan oleh Sekretaris Utama BATAN sebagai pengantar mengenai STTN yang merupakan perguruan tinggi kedinasan (PTK) di bawah BATAN untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) iptek nuklir di Indonesia. Pemaparan mengenai kegiatan, kurikulum serta rencana pengembangan STTN ke depan yang meliputi organisasi, kegiatan dosen serta mahasiswa, disampaikan oleh Ketua STTN kepada kedua Direktur Jenderal,  Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc. dan Prof. Intan Ahmad, Ph.D.


“Secara kelembagaan, STTN didorong untuk berkembang menjadi politeknik nuklir dengan membuka beberapa program studi baru, baik teknis maupun non-teknis (manajemen) dalam menjawab tantangan ke depan akan kebutuhan SDM nuklir dengan kompetensi yang mumpuni dalam memasuki era industri nuklir di Indonesia. STTN sebagai perguruan tinggi kedinasan, tidak lagi harus memiliki mahasiswa yang merupakan pegawai atau calon pegawai yang berasal dari lembaga induknya, BATAN, tetapi juga bisa berasal dari lulusan SMA atau SMK, termasuk mahasiswa alih jalur jenjang pendidikan dari perguruan tinggi lainnya. Selama perguruan tinggi tersebut melaksanakan kegiatan pendidikan yang terkait tugas dan fungsi dari lembaga induknya dalam mendukung tercapainya visi dan misinya, maka perguruan tinggi tersebut adalah perguruan tinggi kedinasan (PTK),”  demikian arahan dan penjelasan yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng.Sc.


Pada kesempatan yang sama, adanya keterbatasan sebagai perguruan tinggi kedinasan dalam mengakses program-program hibah, bantuan dana untuk kemahasiswaan dan lainnya yang ditawarkan oleh Kemenristekdikti disampaikan oleh Ketua STTN kepada Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti. “Pada prinsipnya, secara penganggaran pelaksanaan pendidikan di perguruan tinggi kedinasan melalui organisasi induknya, namun bila ada kegiatan-kegiatan yang belum ada penganggarannya bisa diajukan ke Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk dikaji lebih lanjut,” merupakan arahan serta penjelasan yang disampaikan oleh Prof. Intan Ahmad, Ph.D. Beliau juga berusaha memenuhi undangan STTN dalam membuka Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) 2018 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta dan STTN menjadi tuan rumahnya. (egp)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies