Sarasehan Kesehatan, Upaya Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Pegawai STTN


Senin, 07 Agustus 2017 - 15:35:22 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 1158 kali


(Yogyakarta, 4/8/17). Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan bagi pegawai, pada hari Jum’at, 4 Agustus 2017, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) melaksanakan saresehan kesehatan. Sarasehan tersebut menghadirkan dua nara sumber, yaitu Dr. dr. Probosuseno, SpPD, K-Ger, FINASIM dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito dan Dr. drg. Dewi Agustina MDSc dari Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada (UGM).

 

Toto Trikasjono, ST, M. Kes selaku pembantu ketua II STTN dalam sambutannya berharap agar seluruh pegawai STTN, baik PNS, pegawai honorer, pegawai kontrak dan juga cleaning service untuk senantiasa menjaga kesehatannya. “Melalui acara sarasehan ini, kami mengajak kepada rekan-rekan semua, untuk senantiasa menjaga kesehatan, baik kesehatan jasmani, rohani, sosial maupun kesehatan spiritual,” ungkap Toto. “Kesehatan memang bukan segalanya, namun jika kita tidak sehat maka segalanya tidak ada artinya. Kesehatan adalah hak bagi setiap orang, maka kita harus menjaga kesehatan kita dengan sebaik-baiknya,” jelasnya lebih lanjut.

 

Dr. dr. Probosuseno, yang merupakan konsultan Geriatri, dalam materinya menjelaskan bagaimana agar orang panjang umur dengan hidup berkualitas. “Sehat, Senang, Takwa, dan Mandiri adalah kunci panjang umur yang berkualitas,” ungkapnya. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa penyakit dapat di cegah dengan melakukan perilaku sehat serta pentingnya pemeriksaan berkala untuk mengetahui bahaya penyakit pada tingkat dini.

 

Selain Dr. dr. Probosuseno, dalam sarasehan kesehatan ini, juga menghadirkan Dr. drg. Dewi Agustina, yang membahas tentang perawatan dan pencegahan masalah gigi dan mulut. Menurut beliau, kesehatan umum dan kesehatan gigi memiliki hubungan yang erat. “Contohnya orang yang mempunyai penyakit gula, alzaimer, Parkinson, Osteo artritis mempunyai efek di mulut, yaitu kering mulut yang menyebabkan fungsi mulut terganggu,” jelasnya. Dalam kesimpulannya, dr. Dewi menjelaskan bahwa kesehatan mulut yang buruk, menjadikan orang kurang percaya diri, interaksi sosial terganggu, serta menurunkan kualitas hidup manusia. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies