Dosen STTN Kunjungi Laboratorium IAEA dan Austrian Institute of Technology di Seibersdorf, Austria


Senin, 04 September 2017 - 12:25:25 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 519 kali


(Yogyakarta, 31/8/17). Dalam rangkaian kegiatan FAT (Factory Acceptance Test) iradiator gamma yang dilakukan di Institute of Isotopes Co. Ltd. di Hungaria, dosen Teknokimia Nuklir, Sugili Putra dan Teknofisika Nuklir, Toto Trikasjono, beserta Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Edy Giri Rachman Putra, berkesempatan mengunjungi fasilitas iradiator di kompleks Laboratorium Seibersdorf, Austria di bawah pengelolaan Badan Tenaga Atom International (IAEA, International Atomic Energy Agency) dan juga Austrian Institute of Technology (AIT).

 

Kunjungan ini digunakan untuk lebih dekat melihat secara langsung fasilitas Laboratorium IAEA, sebagai Laboratorium bersama antara FAO/IAEA dalam memanfaatkan teknik nuklir khususnya untuk pangan dan pertanian, kesehatan, dan lingkungan serta berdiskusi dengan beberapa staf peneliti untuk penjajakan kerjasama. Abdelbagi Mukhtar Ali Ghamin, Adly Mohamed Abd Alla dan Adel Ali, staf peneliti dari IAEA, memberikan gambaran singkat mengenai penelitian yang dilakukan di beberapa Laboratorium IAEA yang ada di Seibersdorf, seperti Insect Pest Control Laboratory, Animal Production and Health Laboratory, Soil and Water Management and Crop Nutrition Laboratory, Food and Environmental Protection Laboratory, dan khususnya di Plant Breeding and Genetics Laboratory dalam memanfaatkan iradiator gamma maupun sinar-X.

 

Berbeda dengan pemanfaatan iradiator gamma di Laboratorium IAEA yang digunakan untuk keperluan penelitian, di Austrian Institute of Technology (AIT) iradiator gamma digunakan secara spesifik di TEC (Testing of Electronic Components) Laboratory untuk menguji sekaligus memberikan sertifikasi terhadap produk atau komponen elektronik yang digunakan di fasilitas nuklir, akselerator, kedokteran nuklir maupun pesawat atau satelit ruang angkasa. Kehandalan produk terhadap radiasi sangat penting dalam menjaga kualitas produk serta keamanan dan keselamatan bagi penggunanya. Pengujian ini juga berdasarkan standar EN ISO/IEC 17025 yang berlaku sebagai standar mutu produk industri di Eropa, kedokteran nuklir maupun lembaga penelitian, demikian yang disampaikan oleh Peter Beck (AIT), Head of Radiation Hardness Assurance and Space Weather.

 

Kunjungan ke kedua Laboratorium yang memanfaatkan iradiator gamma ini telah memberikan ide untuk memanfaatkan fasilitas iradiator gamma STTN yang tidak hanya digunakan untuk pendidikan, maupun penelitian namun juga dapat dimanfaatkan untuk laboratorium uji sebagai bentuk kegiatan dari pengabdian kepada masyarakat sebuah perguruan tinggi dalam mendorong perkembangan industri di Indonesia. (egp)

 

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies