STTN Bersama Kedutaan Perancis Mematangkan Inisiasi Kerjasama Kenukliran di Indonesia


Kamis, 14 September 2017 - 09:29:04 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 169 kali


(Yogyakarta, 14/9/17). Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN), Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. beserta pejabat dan dosen STTN, pada hari Senin 11 September 2017 mengadakan pertemuan dengan Dr. Claude Guet (Senior Scientific advisor of the CEA, Commissariat à l'énergie atomique et aux énergies alternatives), Prof. Dr. Ing. Nicolas GASCOIN, DEA, MBA (Konselor Kerjasama Sains dan Teknologi – Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia) dan dihadiri oleh Prof. dr Ali Ghufron Mukti M.Sc., Ph.D (Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI) di STTN.

 

Edy Giri Rachman Putra, Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan bahwa inti dari pertemuan adalah melanjutkan pembahasan terkait inisiasi kerjasama antara STTN-BATAN dengan Pemerintah Perancis yang telah dirintis di awal tahun 2016. Inisiasi kerjasama tersebut dimatangkan dengan pertemuan intensif antara Ketua STTN yang didampingi oleh Ketua UPPM-STTN, Dr. Aliq Zuhdi dengan Prof. Dr. Nicolas Gascoin di Institut Français d'Indonésie (IFI) -  Jakarta, “Terkait masalah kenukliran yang saat ini menjadi isu hangat, STTN harus segera berbenah, termasuk meningkatkan kerjasama dengan institusi yang lainnya dalam peningkatan kualitas STTN sebagai sebuah perguruan tinggi,” ujar Edy Giri.

 

Claude bersama dengan Nicholas diminta untuk membantu STTN dalam mereview, memberi masukan, rekomendasi serta membuka jalan kepada STTN untuk menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan institusi di Perancis. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing perwakilan program studi memaparkan profil program studi, dilanjutkan diskusi dan juga melaksanakan kunjungan ke beberapa laboratorium di STTN.

 

Prof. dr Ali Ghufron Mukti M.Sc., Ph.D dalam kesempatan yang sama, menyampaikan hal yang terkait dengan short course yang bisa dilakukan bagi peneliti dan dosen untuk pengembangan diri. “Tujuan kami adalah mengekspos, memperkenalkan kepada peneliti, dosen perguruan tinggi untuk dapat memanfaatkan kesempatan short course guna menambah wawasan, pengalaman serta jejaring” kata Ali Ghufron. Beliau juga menginformasikan, bahwa saat ini dana Riset Pro di kisaran 1 Trilliun rupiah untuk pengembangan SDM dan akan berakhir pada tahun 2020, sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal.

 

Sebagai rangkaian kegiatan, Dr. Claude Guet dan Prof. Dr. Ing. Nicolas Gascoin, DEA, MBA turut mengunjungi reaktor Kartini bersama dengan Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean-Charles Berthonnet dan juga Konselor Kerjasama Kebudayaan Marc Piton. (tek)

 

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies