STTN Hadiri General Conference IAEA Ke-61 di Wina, Austria


Sabtu, 23 September 2017 - 11:46:02 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 1160 kali


Wina, Austria 22/09/2017. General Conference IAEA (International Atomic Energy Agency, Badan Tenaga Nuklir Internasional) merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraannya yang ke-61 dan dihadiri oleh delegasi dari seluruh anggotanya (member state) yang saat ini berjumlah 168 negara. Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Djarot Sulistio Wisnubroto juga didampingi oleh beberapa perwakilian dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, PT Kimia Farma, Rumah Sakit Kanker Dharmais, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Austria, termasuk juga dari Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) yang mewakili perguruan tinggi.

 

Selain Plenary General Coference (Sidang Umum) diselenggarakan pula Scientific Forum yang tahun ini mengambil tema kesehatan, General Conference Side Event yang meliputi beberapa pertemuan bilateral serta  topik khusus dan juga pameran (eksibisi) yang menampilkan produk-produk kesehatan/kedokteran nuklir yang telah dihasilkan oleh beberapa perusahaan di Indonesia.

 

Dalam kesempatan ini, STTN yang diwakili oleh Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra menghadiri beberapa pertemuan khusus yang terkait dengan preservasi, pengembangan pendidikan dan pelatihan, termasuk jejaring akademik dalam tingkat regional maupun internasional dalam bidang iptek nuklir.

 

Salah satu Side Event terkait pendidikan (akademi) adalah kegiatan dari the Belgian Nuclear Research Center (SK∙CEN Academy) yang mempresentasikan bagaimana the Belgian Nuclear Research Center menjadi Pusat Pendidikan Riset Reaktor Internasional untuk IAEA, IAEA-designated International Centre based on Research Reactor (ICERR) yang dapat dimanfaatkan mulai dari siswa dan guru sekolah menengah atas, mahasiswa maupun profesional mudadalam iptek nuklir. Diskusi secara intensif dilakukan antara STTN dengan Michèle Coeck, Kepala SCK∙CEN Academy untuk menjajaki kemungkinan STTN bekerjasama dalam program internship, pembimbingan mahasiswa tingkat sarjana maupun pascasarjana S2 dalam mempreservasi serta meningkatkan pengetahuan, keahlian serta kompetensi iptek nuklir bagi mahasiswa STTN.

 

Dalam kesempatan kali ini, ada Side Event khusus yaitu program IAEA untuk pemberdayaan generasi muda terhadap iptek nuklir yang diselenggarakan oleh Department of Nuclear Energy, yaitu bagaimana meningkatkan kapasitas generasi mudah dalam iptek nuklir menggunakan Research Reactor (RR), Internet Reactor Laboratory (IRL), program pelatihan melalui Nuclear Knowledge Management (NKM) Academy serta skema International Centre based on Research Reactor (ICERR). Skema yang ditawarkan oleh IAEA sangat membuka peluang bagi STTN untuk bisa dimanfaatkan dalam peningkatan kapasitas tidak hanya mahasiswa dan alumninya, tetapi dosen dan staf akademik untuk mempertahankan kompetensi terkait iptek nuklir di masa depan.

 

Selain Side Event yang diselenggarakan oleh IAEA, ada juga kegiatan yang diselenggarakan secara bilateral antara Indonesia dengan delegasi negara atau organisasi lainnya. Salah satu pertemuan yang dilakukan yaitu dengan delegasi dari the National Institute for Nucelar Science and Technology (INSTN) Perancis yaitu sebagai pusat pendidikan tinggi dan pusat pelatihan internasional di bidang teknologi nuklir, industri maupun aplikasi radiofarmasi untuk IAEA. Pertemuan ini juga menjadi bagian dari kelanjutan pertemuan yang telah dilakukan antara STTN dengan pemerintah Perancis di STTN beberapa waktu lalu. Kesamaan pendidikan (gelar) dan keahlian yang diberikan oleh INSTN sebagai dasar pendidikan tingkat sarjana (Radiation Protection Technician certification atau Advanced Technician’s Diploma in Ionising Radiation Control and Application of Protection Techniques), memberikan peluang yang besar bagi mahasiswa STTN untuk bisa melanjutkan pendidikan pascasarjana maupun keahlian lanjutan dibidang Radiobiologi dan Fisika Medik ataupun keahlian khusus lainnya.

 

Dalam kesempatan selama General Conference IAEA, STTN juga berdiskusi dan mensinergikan kegiatan dengan asosiasi profesi di bidang iptek nuklir seperti WNA (World Nuclear Association) yang akan menyelenggarakan kegiatan Short CourseWorld Nuclear Industry Today” di STTN Yogyakarta pada bulan Oktober 2017, kerjasama antara World Nuclear University (WNU) dengan STTN. Ini merupakan langkah awal bagaimana STTN mulai menjalin kerjasama dengan institusi luar negeri dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di STTN, menjadikan STTN sebagai perguruan tinggi vokasi dibidang iptek nuklir yang unggul di regional. (egp)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies