Temu Alumni PATN dan STTN sebagai Ajang Memperkuat Jaringan STTN


Senin, 25 September 2017 - 19:49:11 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 154 kali


(Yogyakarta, 23/9/17). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN), pada hari Sabtu, 23 September 2017 mengadakan acara temu alumni di gedung Auditorium STTN. Acara diikuti sekitar 70 alumni yang berasal dari Batam, Jakarta, Yogyakarta dan sekitarnya. Temu alumni kali ini adalah untuk ke tiga kalinya dilaksanakan, setelah sebelumnya dilaksanakan pada bulan Februari 2017 di Yogyakarta dan pada bulan Mei 2017 dengan lokasi di Cikarang.

 

Suroso, SST, M. Sc selaku ketua panitia,  menyampaikan, “Tujuan dilaksanakan temu alumni ini menjadi ajang bagi alumni untuk saling bersilaturahmi, berbagi pengalaman dan juga membantu STTN dalam keperluan akreditasi program studi. Terbitnya buku alumni sangat membantu STTN dalam proses akreditasi” ujarnya.

 

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D Disampaikan oleh beliau, ada beberapa komponen yang saling mendukung untuk memajukan institusi, yaitu mahasiswa, dosen dan alumni. “Selama ini STTN berfikir, untuk menghasilkan lulusan yang siap diterima dunia kerja, paling utama yang harus disiapkan adalah pengembangan kurikulum. Namun paradigma tersebut sudah mulai berubah, bahwa bukan hanya kurikulum, namun juga peran alumni,” terangnya. Alumni adalah sosok yang mengetahui kondisi di lapangan, kondisi dunia kerja, dan kebutuhan industri. Hal ini menjadi input yang akan di kelola untuk pengembangan kurikulum bagaimana membangun body of knowledge seorang mahasiswa dan juga dosen.

 

Ditambahkan oleh beliau, STTN juga harus berubah. STTN merupakan sekolah vokasi, dan sesuai amanat Undang-Undang, saat ini STTN sedang mempersiapkan diri menuju politeknik, yang artinya pendidikan tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga memperhatikan kegiatan untuk lebih mengoptimalkan kemampuan mahasiswa. Harapannya, masuk STTN akan dapat meningkatkan keterampilan, kemampuan, kompetensi dan keahlian sebagai bekal di dunia kerja. “Kedepan, saya berharap sebagai perguruan tinggi vokasi, STTN harus menyediakan teaching industry, dimana dosen tidak hanya dari STTN, BATAN tapi juga dari industri.

 

Di akhir sambutannya, beliau menyampaikan agar kegiatan alumni lebih bisa diaktifkan. “Alumni yang memiliki kemampuan lebih, bisa membantu kami di STTN, untuk memberikan sharing dengan STTN. Kami terbuka menerima masukan dari alumni demi kemajuan STTN,” ungkapnya. Selain hal tersebut, beliau juga berharap untuk dibentuknya forum alumni STTN secara formal yang memiliki organisasi, pengurus serta AD ART, dimana alumni dapat memberi dukungan, realitas dan berkontribusi aktif bagi STTN.

 

Dalam kesempatan tersebut, beberapa alumni memberikan sharing pengalaman serta masukan bagi STTN, seperti Agus Sutopo, A. Md, Riyanto Setya Oetomo, ST dan Mauliddin, SST. Pembentukan ikatan alumni nuklir (IKANUK) juga dilakukan, dengan menunjuk Riyanto Setya Oetomo sebagai ketua IKANUK.(tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies