WNU Short Course: Kontribusi STTN untuk pendidikan dan pemanfaatan iptek nuklir di dunia


Rabu, 11 Oktober 2017 - 09:25:51 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 445 kali


(Yogyakarta, 9 Oktober 2017). Bertempat di Grand Inna Malioboro Hotel, diselenggarakan Word Nuclear University (WNU) Short Course on,”The World Nuclear Industry Today.”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – BATAN (STTN BATAN) sebagai salah satu kegiatan internasional dalam rangka meningkatkan pendidikan, kepemimpinan, dalam pemanfaatan dan aplikasi iptek nuklir untuk tujuan damai.

 

WNU Short Course merupakan kegiatan berupa program pelatihan yang disampaikan oleh para ahli di bidangnya sejak tahun 2007 di beberapa negara dan untuk pertama kali diselenggarakan di Indonesia, tepatnya Yogyakarta. Sejak tahun 2007 telah dilaksanakan Short Course sebanyak 37 kali dan dihadiri sekitar 3500 orang. Hal ini sejalan dengan target yang diharapkan dari pelatihan ini antara lain; meningkatkan pengetahuan mengenai energi nuklir di dunia pada saat ini, memperkenalkan bagaimana pengalaman dan keterampilan lokal dapat masuk dalam skema nuklir dunia, mendapatkan inspirasi untuk memperluas visi dimana industri nuklir dapat berjalan di masa akan datang, dan membuat jejaring dengan para profesional di bidang nuklir di negaranya dan para ahli di lingkup internasional.

 

Dalam sambutannya, Ketua STTN (Edy Giri Rachman Putra) menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat menikmati keindahan kota Yogyakarta kepada peserta dan pengajar serta juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan event internasional pertama kalinya untuk STTN ini. STTN merupakan penyelenggara WNU Short Course pertama di BATAN.

 

Kepala BATAN (Djarot S. Wisnubroto) dalam kesempatan yang sama menyampaikan beberapa hal antara lain mengenai pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia; pemuliaan tanaman terutama padi Sidenuk yang sudah terkenal terutama di Jawa Barat dan Jawa Tengah, rencana pembangunan PLTN di Indonesia dan hasil jajak pendapat masyarakat Indonesia tentang PLTN dan terakhir mengenai SDM Nuklir di Indonesia.

 

WNU ini menghadirkan 8 orang pengajar yang berasal dari berbagai lembaga antara lain World Nuclear Association (WNA), International Atom Energy Agency (IAEA), Pillsbury’s International Nuclear Project, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Sedangkan peserta berasal dari lingkungan perguruan tinggi baik dari dalam maupun luar negeri, tamu undangan dengan latar belakang yang beragam termasuk dari bidang kesehatan (Dinas Kesehatan dan rumah sakit), Kedutaan Besar Perancis Indonesia dan Institut National des Sciences & Techniques Nucleaires (INSTN). (rtm)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies