Kepala BATAN Resmikan 3 Fasilitas Pendidikan di STTN


Kamis, 21 Desember 2017 - 14:03:11 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 2107 kali


(Yogyakarta, 19/12/17). Sebagai perguruan tinggi, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) terus berupaya meningkatkan mutu layanan pendidikannya. Hal tersebut ditandainya dengan penambahan fasilitas baru di STTN, antara lain Iradiator Gamma, Dormitory (Asrama Mahasiswa), fasilitas Distributed Control System (DCS) serta fasilitas laboratorium lainnya di tahun 2017 ini.  

 

Iradiator Gamma di STTN yang memiliki aktivitas 12 kilo Curie (kCi) tersebut merupakan Iradiator buatan Hungaria yang bekerjasama dengan PT. Gamma Mitra Lestari (GML) sebagai penyedia. Verifikasi dokumen serta pengukuran paparan radiasi telah dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan dinyatakan bahwa Iradiator Gamma STTN dinyatakan memenuhi syarat untuk diberikan izin operasi. Adanya Iradiator Gamma ini melengkapi fasilitas nuklir yang ada sebelumnya di BATAN Yogyakarta, yaitu Reaktor Kartini dan akselerator.

 

Dormitory atau Asrama Mahasiswa STTN memiliki luas bangunan sekitar 1670 meter persegi, terdiri dari 3 lantai dengan total 38 kamar. Selain digunakan untuk menampung mahasiswa baru STTN nantinya, dormitory tersebut juga akan dimanfaatkan untuk penginapan tamu peserta pelatihan atau seminar di STTN baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.

 

Penambahan fasilitas mini-plant DCS di STTN menggandeng PT. Yokogawa sebagai penyedia, merupakan sebuah sistem kendali yang kompleks seperti yang ada di industri kimia, petrokimia, minyak maupun pembangkit listrik yang dapat dikendalikan secara komputerisasi dan terintegrasi dengan sebuah program (software). Fasilitas ini dapat digunakan oleh semua program studi yang ada di STTN, terkait dengan praktikum proses dan kendali.

 

Ketiga fasilitas baru tersebut diresmikan oleh Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto pada hari Selasa, 19 Desember 2017. Beliau menyatakan bahwa kunci sebuah perguruan tinggi adalah dosen. “Dosen harus terus menambah ilmu, kreativitas serta berinovasi, apalagi sekarang ada Iradiator,” ungkapnya. Ditambahkan oleh beliau, banyak hal yang muncul dan menjadi kebanggaan BATAN dengan menggunakan Iradiator. Varietas bibit unggul serta material baru di BATAN dihasilkan dengan menggunakan Iradiator. Demikian juga dengan Dormitory dan fasilitas DCS. “Saya berharap, penambahan fasilitas ini bisa menjadikan STTN menjadi sebuah perguruan tinggi dengan Tridharma-nya yang merupakan roh sebuah perguruan tinggi,” imbuh beliau.

 

Sementara itu, Ketua STTN, Edy Giri Rachman Putra, Ph.D menyatakan bahwa revitalisasi fasilitas pendidikan khususnya yang berkaitan dengan iptek nuklir yang menelan dana sekitar 23 milyar rupiah tersebut, akan digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan dari ketiga program studi yang ada, yaitu Elektronika Instrumentasi, Elektro-Mekanika dan Teknokimia Nuklir. Dengan penambahan fasilitas pendidikan tersebut, STTN berupaya menjadi sebuah perguruan tinggi kenukliran di lndonesia yang unggul di tingkat regional (Asia Tenggara). “Fasilitas nuklir yang ada ini tentunya tidak hanya akan dimanfaatkan oleh STTN untuk praktikum mahasiswa, penelitian dosen serta untuk pengabdian masyarakat, namun juga dimanfaatkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di lndonesia dan sumber daya manusianya,” jelasnya. Dengan slogan “STTN untuk Dunia”, kemanfaatan Iradiator, Dormitory, fasilitas DCS, serta fasilitas nuklir lainnya sangat terbuka untuk dimanfaatkan seluas-luasnya bagi dosen/mahasiswa perguruan tinggi lain, maupun peneliti dari dalam dan luar negeri.

 

Pemanfaatan fasilitas yang ada di STTN dibuktikan pada saat acara dengan dilaksanakannya penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Islam Indonesia (UII) dan BATAN dan juga perjanjian kerjasama antara FMIPA UII dengan STTN. Termasuk pula kegiatan dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang akan menyelenggarakan “Regional Training Course for Teachers to Introduce Nuclear Sciences in Secondary Schools through Innovative Approaches" di STTN bulan April 2018 mendatang.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua STTN menyampaikan, “yang telah diraih dan dicapai sampai saat ini dengan terselesaikannya pembangunan Dormitory, Iradiator, DCS, maupun fasilitas lainnya bukanlah semata-mata keberhasilan kami, tetapi juga dari para pendahulu kami, seluruh civitas akademika, pimpinan BATAN serta bantuan dari semua pihak,” ungkapnya. Untuk itu, sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan, mengenang jasa, dedikasi, pengabdian serta semangat yang telah diberikan dalam memajukan dan mengembangkan STTN, Ketua STTN memberikan nama Gedung Laboratorium Iradiator adalah Gedung Iradiator Dr. Mirzan T Razzak, M. Sc. sedangkan Dormitory diberi nama Gedung Asrama Dr. Sutomo Budihardjo, M. Eng. Keduanya adalah mantan Ketua STTN BATAN. Acara diakhiri dengan melakukan kunjungan ke Laboratorium Iradiator, Dormitory dan fasilitas DCS oleh segenap tamu undangan. (tek)

 

 

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies