STTN Selenggarakan Workshop Bahan Ajar Pelatihan PPR


Rabu, 31 Januari 2018 - 15:18:15 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 496 kali


(Yogyakarta, 31/1/18). Salah satu fasilitas yang diberikan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) bagi mahasiswa adalah diberikannya kesempatan untuk memperoleh Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR). Guna mempersiapkan bahan ajar yang akan digunakan, pada hari Senin 29 Januari 2018 bertempat di STTN, dilaksanakan workshop penyiapan bahan ajar pelatihan PPR. Workshop diselenggarakan dengan menghadirkan Ir. Bagiyono, M. Sc dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan BATAN (Pusdiklat BATAN) sebagai narasumber. Peserta workshop adalah dosen dan calon pengajar pelatihan PPR.

 

Toto Trikasjono, ST, M. Kes selaku pembantu ketua II bidang administrasi umum dalam sambutannya menyampaikan bahwa selain membekali mahasiswa dengan kompetensi dari masing-masing program studi, STTN juga menambah bekal bagi mahasiswa untuk terjun ke dunia kerja dengan memfasilitasi mereka mendapatkan lisensi SIB PPR. ”Dalam pelatihan PPR nanti, hendaknya setiap pengajar memiliki cara, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Lisensi SIB PPR bisa menjadi bekal bagi mereka kelak saat di dunia kerja,” ungkapnya.

 

Toto berharap, dilaksanakannya workshop penyiapan bahan ajar pelatihan PPR kali ini dapat memberikan bekal serta tambahan wawasan bagi pengajar pelatihan PPR dalam membuat bahan ajar, pembuatan soal ujian dan pembuatan bahan tayang yang lebih baik dari sebelumnya.

 

Dalam pemaparannya, Ir. Bagiyono, M. Sc menjelaskan bahwa mengajar dalam sebuah pelatihan itu berbeda dengan mengajar saat kuliah. Oleh karena itu, diperlukan sains untuk dapat mengemas materi yang padat, menjadi singkat dan dipahami oleh peserta pelatihan. “Pelatihan itu memiliki waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan kuliah. Oleh karena itu, diperlukan materi dan alat bantu mengajar yang sangat variatif, agar materi yang kita sampaikan bisa dipahami oleh peserta,” terang beliau.

 

Ditambahkan oleh beliau, kualitas mengajar sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengajar dalam mengajar, teknik mengajar, serta penyiapan bahan ajar. Evaluasi bahan ajar juga diperlukan untuk mengetahui komponen kelayakan isi, komponen kebahasaan, komponen penyajian serta komponen kegrafikaan. Penyampaian materi dengan menggunakan alat bantu visual akan sangat membantu peserta dalam mengingat serta memahami, dibandingkan dengan penyampaian materi hanya berisi penjelasan saja (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies