Resmi ditutup, OPTK 2018 Banjir Apresiasi


Senin, 14 Mei 2018 - 16:28:21 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 178 kali


(Yogyakarta, 13/5/18). Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) 2018 resmi ditutup pada Minggu malam (13/5) yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN). Acara dihadiri Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku ketua STTN-BATAN beserta beberapa perwakilan kampus, perwakilan Dewan Pembina Pusat Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia (DPP FMKI), serta utusan dari masing-masing perguruan tinggi kedinasan yang mengikuti OPTK 2018.

 

Dalam sambutannya, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D mengungkapkan bahwa kesuksesan kegiatan dari Forum Mahasiswa Kedinasan Indonesia ini tidak semata-mata karena kerja keras panitia penyelenggara, namun juga berkat kerjasama yang baik bersama antara seluruh peserta, atlet, serta official dari perguruan tinggi peserta. “Event kali ini lebih semarak dibanding tahun lalu dengan dihadirinya lebih dari 2000 atlet yang berasal dari 23 perguruan tinggi kedinasan,” jelasnya.

 

Edy Giri juga mengungkapkan bahwa OPTK tidak hanya sebagai ajang olah raga, tetapi juga olah rasa. “Ada satu hal yang membuat saya tertegun, bahwa OPTK ini tidak  hanya mengolah raga, tapi juga olah rasa. Karenaapa? Kita butuh lebih terhadap rasa untuk bertoleransi dalam kita mengerti yang terjadi disekitar kita” ungkapnya. Mendasarkan hal tersebut,  pada OPTK kali ini digelar juga perlombaan dibidang seni selain akademik. Edy Giri berfikir bahwa esensi seperti ini perlu dikembangkan ke depannya.

 

Ketika ditemui Pers Beta seusai acara penutupan, beberapa kampus mengucapkan apresiasi kepada panitia penyelenggara. Rosiad, penanggung jawab kontingen Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) ini menuturkan, “STTN ini bisa kita bilang hebat. Dari segi massanya (mahasiswa) orangnya kan sedikit, tapi bisa menyelenggarakan event nasional yaitu OPTK yang belum semuanya Perguruan Tinggi Kedinasan lain berani mengajukan diri sebagai tuan rumah. Rasa kebersamaan dan semangat yang dimiliki (STTN) tinggi, sehingga kita bisa mendapat pelajaran dari panitia di STTN,” ujarnya.

 

Senada dengan Rosiad, Presiden Mahasiswa Politeknik Akademi Teknologi Kulit (ATK) Yogyakarta mengungkapkan bahwa OPTK tahun ini lebih menjunjung sportifitas. “OPTK tahun ini lebih baik dari tahun lalu. Dari segi panitia, juri dan peserta, di tahun ini sportifitas (dari peserta) lebih dijunjung dibanding tahun lalu,” terangnya.

 

Tidak jauh berbeda, Ilham, yang merupakan kontingen Sekolah Tinggi Perikanan (STP) Jakarta memberi kesan bahwa diajang ini atlet di setiap (perguruan tinggi) kedinasan menjadi lebih terpacu untuk memperoleh prestasi.

 

Meski begitu bukan berarti penyelenggaraan OPTK 2018 tidak ada kekurangan. Beberapa masukan yang diterima Pers Beta adalah mengenai informasi yang terkesan mendadak mengenai cabang olahraga yang sudah pasti akan diselenggarakan mengingat Rapat Kerja Nasional FMKI baru dilakukan sebulan sebelum penyelenggaraan. Hal ini diungkapan oleh Rosiad, penanggung jawab kontingen Politeknik APP.

 

Pada acara penutupan itu juga dilakukan penyerahan piala kepada juara umum OPTK 2018. Mengantongi 19 medali emas, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) keluar sebagai juara di OPTK 2018 dengan tetap mempertahankan gelar juara OPTK 2017. Disusul Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara(PKN STAN) pada posisi kedua dengan 12 medali emas. Atlet tuan rumah, STTN-BATAN duduk diposisi delapan dengan perolehan 3 medali emas. (andre)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
Top
  • Follows us our servcies