Kuliah Umum Aplikasi NDT di Industri bagi Mahasiswa STTN


Kamis, 17 Mei 2018 - 14:01:29 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 207 kali


(Yogyakarta, 17/5/18). Penguasaan terhadap materi Non Destructive Test (NDT) menjadi salah satu profil lulusan dari program studi Elektro Mekanika (Elmek) Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN).  Guna menunjang hal tersebut, pada hari Selasa, 15 Mei 2018 bertempat di Auditorium STTN, dilaksanakan kuliah umum “Aplikasi NDT di Industri, Perkembangan dan Prospek di Masa Depan” dengan nara sumber Sujarna Pelana dari PT. Radiant Utama Interinsco Tbk. Kegiatan diikuti oleh dosen dan mahasiswa Elmek semester 6 dan 8 sejumlah 96 peserta.

 

Ir. Noor Anis Kundari, MT selaku pembantu Ketua I bidang Akademik dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan kuliah umum kali ini adalah agar dosen dan mahasiswa STTN dapat memperoleh informasi terbaru yang terkait dengan NDT dari nara sumber yang kompeten. “Melalui kuliah umum ini, diharapkan baik dosen dan mahasiswa juga dapat mengembangkan materi kuliah maupun praktikum sesuai dengan perkembangan terbaru serta kebutuhan pasar, sehingga mahasiswa dapat mengetahui prospek kerja serta aplikasinya di industri,” harapnya.

 

Sementara itu, Sujarna selaku nara sumber sebagai awalan materi menjelaskan apa itu NDT. NDT adalah uji tak rusak, dimana material sebelum dan setelah di uji tidak ada perubahan, baik struktu maupun bentuknya. Dapat juga diartikan sebagai perlengkapan (tool) atau teknik yang digunakan untuk menentukan kualitas dan tidak menyebabkan kerusakan pada suatu material, komponen atau struktur. “Sederhananya, inti NDT adalah mencegah kecelakaan dan menyelamatkan kehidupan manusia. Itulah alasan mengapa NDT dibuat,” terangnya.

 

Lebih lanjut, Sujarna menjelaskan bahwa selain untuk keselamatan manusia, ada beberapa poin alasan penggunaan NDT dalam industri, seperti meyakinkan reabilitas produk (produk harus benar-benar dalam kondisi baik), memberikan keuntungan buat pengguna, meyakinkan kepuasan pembeli dan mempertahankan reputasi pabrikan, membantu dalam merancang produk lebih baik, mengendalikan proses pembuatan, menurunkan biaya produksi serta mempertahankan tingkat keseragaman kualitas.

 

Selain itu, Sujarna juga menyampaikan bahwa aplikasi NDT di Industri sangat berhubungan erat dengan kualifikasi personel. Terkait dengan kualifikasi personel, penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang NDT dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu (1) menjadikan materi NDT sebagai mata kuliah pilihan pada Perguruan Tinggi, perlu dukungan dari Asosisi Uji Tak Indonesia (AUTRI) dan atau Perusahaan NDT untuk menyediakan teknologi dan instruktur, atau (2) memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk kerja praktek di perusahaan NDT dalam rangka pengenalan NDT, teknologi dan profesinya, (3) menerima lulusan Perguruan Tinggi untuk dibina ke Level I, II dan III, (4) membina NDT Level III/spesialis untuk mengembangkan teknologi sesuai dengan permintaan pasar, serta (5) memfasilitasi Perguruan Tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan teknologi NDT, buku panduan uji.

 

“Di Indonesia level III ASNT baru ada 32 orang dan 10 personel level III SNI IS0 9712:2012. Sementara Industri yang menggunakan NDT tersebar di seluruh Indonesia ada. Itu artinya kesempatan untuk berkarir di NDT sangat besar. Perkuat materi kuliah material dan proses, serta sistem manajemen,” jelas Sujarna.

 

Penggunaan NDT dalam beberapa dekade ini telah digunakan dalam bidang konstruksi, MIGAS, Energy, Asset Integrity Management dan lainnya bertujuan keselamatan, hal tersebut mengharuskan SDM terkait untuk tetap mengikuti perkembangan Iptek, standar, serta persyaratan untuk pelatihan, kualifikasi, dan sertifikasi personel, serta memerlukan keahlian dalam analisa. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies