STTN Belajar Kearsipan Perguruan Tinggi ke Unsoed


Rabu, 01 Agustus 2018 - 14:08:43 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 61 kali


(Yogyakarta, 31/7/18). Dalam rangka penataan dan pengelolaan arsip perguruan tinggi yang lebih baik dan sesuai dengan amanah dalam undang undang Nomor 43 tahun 2009 tentang kearsipan, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) mengadakan studi banding dan workshop kearsipan ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kearsipan, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (Unsoed) pada hari Jumat, 27 Juli 2018.

 

Rombongan STTN yang terdiri dari 6 orang perwakilan Bagian Administrasi Akademik dan Kemahasiswa (BAAK) dan Bagian Administrasi Umum (BAU) dipimpin oleh Kepala Bagian Administrasi Umum (Ka. BAU), Eko Yudho Pramono, ST  dan di sambut Agus Nugroho, SH, MM selaku Kepala Biro Umum dan Keuangan Unsoed.

 

Disampaikan Agus Nugroho bahwa tata kelola arsip yang efektif dan efisien  harus memperhatikan  empat unsur utama yaitu : Tata Naskah Dinas, Klasifikasi Arsip, Jadwal Retensi Arsip (JRA) dan Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses. Selain itu tuntutan pengelolaan kearsipan juga punya keterkaitan langsung dengan Keterbukaan Informasi Publik yang mana Lembaga Negara wajib menyelenggarakan sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 tahun 2008. Lebih lanjut Agus Nugroho menjelaskan, secara  manajemen mutu tujuan pengelolaan arsip adalah bagaimana lembaga bisa memberikan kualitas pelayanan terkait penyampaian informasi yang cepat dan akurat kepada pengguna atau pelanggan. 

 

Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan di Unit Kearsipan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed dan workshop Kearsipan dengan narasumber arsiparis Unsoed, yaitu Nining Abriani, yang menyampaikan tentang arsip akademik Perguruan Tinggi, dan Anis Anggorowati yang menyampaikan tentang pemberkasan arsip.

 

Selain itu, juga diadakan sesi diskusi terkait beberapa masalah mendasar yang paling sering ditemui dalam pengelolaan arsip, yaitu adanya arsip yang sudah tua, lapuk, rusak dan letaknya yang tidak beraturan sehingga menimbulkan kerawanan akan kerusakan dan kehilangan bukti kesejarahan, cara memulai pengelolaan arsip yang baik dan sesuai undang-undang serta cara mengedukasi pengelola arsip yang bukan tenaga fungsional kearsipan. 

 

Kepala UPT Kearsipan Unsoed,  Kartini, SE,  dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan langkah strategis yang harus dilakukan adalah dengan melakukan magang bagi pengelola arsip dimana pengelola arsip harus dilatih dari proses penciptaan, pengelolaan, penyimpanan, proses temu kembali, hingga retensi/waste management dari daur hidup arsip dan  tetap diarahkan sampai peserta magang tersebut mampu untuk melakukan pengelolaan kearsipan, selain itu komitmen semua pihak terkait pengelolaan arsip sangatlah penting bagi daur hidup arsip itu sendiri. “Unit kerja/ lembaga harus mempersiapkan SDM, sarana prasarana, anggaran, sistem manajemen serta aturan hukum terkait kearsipan di Unit Kerja/Lembaga masing-masing,” jelasnya.

 

Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan beberapa buku terkait kearsipan dari UPT Kearsipan Unsoed kepada STTN, dan dari STTN menyerahkan cinderamata dari Eko Yudho Pramono, ST kepada Kepala UPT Kearsipan Unsoed, Kartini, SE. (dab)

 

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies