Yasinta, Mahasiswa Elmek yang Aktif Kegiatan Kampus


Selasa, 04 September 2018 - 14:36:26 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 1149 kali


(Yogyakarta, 4/9/18). “Hidup sekali, berarti, lalu mati”, begitulah motto Yasinta Dewi Umi Latifah, Jurusan Teknofisika Nuklir, Program Studi Elektro Mekanika, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN). Dengan motto tersebut, Yasinta berhasil lulus sebagai lulusan terbaik program studi Elektro Mekanika dengan IPK 3.85 dalam wisuda STTN tahun akademik 2018/2019.

 

Gadis kelahiran Kediri, Jawa Timur ini menyatakan bahwa untuk mendapatkan cumlaude perlu adanya keseimbangan prestasi akademik dan non akademik.  Dukungan keluarga dan lingkungan sangat penting, diperlukan big effort untuk manajemen waktu belajar serta hati yang tulus untuk rela mengabdi pada lingkungan masyarakat sebagai bentuk syukur pada Tuhan.

 

Selama kuliah di kampus Nuklir Yogyakarta, Yasinta tidak hanya terfokus pada kegiatan akademik, bahkan bisa dikatakan ia merupakan salah satu mahasiswi aktifis kampus. Keaktifannya dalam kegiatan non akademik diawali dari mengikuti Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) seni sebagai wadah menyalurkan keahliannya sebagai violinist, pianis, dan pemain karawitan. Ia juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa (HIMA) Elektro Mekanika dalam divisi infokom, serta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai sekretaris masa bakti 2016. Tak hanya di dalam kampus, Yasinta juga mengemban amanah sebagai sekretaris jendral Komunitas Muda Nuklir Nasional Wilayah Yogyakarta masa bakti 2017, serta mengikuti berbagi event seperti Nuclear Youth Summit, World Nuclear UniversitymaupunRegional Training Course for Teacher oleh IAEA.

 

Pada tahun 2016 ia berhasil menyabet Juara 2 Lomba Tulis Puisi Anti Korupsi Tingkat Nasional yang diselenggarakan FLAC bekerja sama dengan KPK, kemudian tahun 2017 tercatat lolos prosiding TICA (Tokyo Tech Indonesian Commitment Award) sebuah ajang lomba paper yang diadakan oleh PPI Tokodai berpusat di Tokyo Institute of Technology, Jepang.

 

Sebagai mahasiswa non-beasiswa, akademik menjadi fokus utama Yasinta. Ia selalu berusaha disiplin mengerjakan tugas dan sebagai hasilnya indeks prestasi setiap semester selalu melebihi angka syarat cumlaude. Memilih sikap anti menambah beban Ayah Ibu, orang tua bukan pabrik rupiah, begitu prinsipnya. Mahasiswa pecinta komputasi ini pernah mengemban amanah sebagai asisten fisika dan laboran di Laboratorium Listrik Arus kuat.

 

Sedangkan untuk tetap menjaga kualitas keilmuaannya, ia menjadi tentor fisika dan matematika untuk SMA serta mengabdikan diri pada masyarakat sebagai salah satu pendamping di Taman Pendidikan Al-Qur’an At-Taqwa Kledokan. Kecintaannya terhadap komputasi dan informatika menuntun jalannya kepada tugas akhir yang sedikit menyimpang dari alur program studi yang diambil, yaitu sebuah project untuk membangun Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Iradiator.   

 

Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Fasilitas Iradiator STTN-BATAN atau SIMAPIR merupakan Tugas Akhir yang dikerjakan oleh Yasinta. Ide tugas akhir ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Laboratorium Kimia Radiasi STTN-BATAN untuk membuat sebuah sistem penjadwalan fasilitas iradiator STTN-BATAN. Namun, tidak terbatas dalam penjadwalan, atas dasar jiwa muda yang senang meng-eksplore pada akhirnya sistem ini dikembangkan dengan tambahan fitur Integrated Log book untuk berbagai petugas di dalam fasilitas sebagai fungsi rekam data. Sistem yang dibuat ini sekaligus menjadi dasar pemancing untuk laboratorium lain membuat sistem serupa dengan interface yang lebih menarik dan informatif.

 

“Saya bukan pecinta code atau algoritma, namun saya menyukai bisnis proses. Ketika mendapat ide, saya cuma berfikir ingin membuat web yang manfaat, Tugas Akhir yang murah,” terangnya.

 

Tanggal 4 September 2018 ini, Yasinta akan menjadi salah satu dari ratusan mahasiswa yang akan di wisuda dan kemudian akan menjadi bagian dari alumni STTN-BATAN. Ia berpesan kepada adik tingkat untuk selalu disiplin dalam belajar dan memiliki satu passioned skill. Tidak perlu takut mengambil tema Tugas Akhir, proyek penelitian atau mata kuliah yang unique, bahkan tidak sesuai nama program studi. Kemampuan berbahasa asing selain Bahasa Inggris juga perlu dikembangkan, karena dengan itu mahasiswa memiliki nilai lebih.

 

“Too much is not good, belajar sebaik mungkin, pintar mengatur waktu, jangan lupa merawat hobby. Jangan pernah takut melawan arus, asal baik. Jangan pernah takut mengingatkan asal jaga attitude, semangat ngomong pakai Bahasa Inggris,” ujarnya. (dab)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies