Thomas, Wisudawan STTN dengan IPK tertinggi Tahun 2018


Selasa, 04 September 2018 - 14:40:14 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 648 kali


(Yogyakarta, 4/9/18). Thomas Candra Andrian adalah putra kelahiran Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan tahun 1996, seorang mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi, Jurusan Teknofisika Nuklir, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) Yogyakarta. Ia merupakan wisudawan terbaik tahun 2018 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,88.

 

Thomas tumbuh dan dibesarkan di sebuah keluarga sederhana di Desa Dalam Kaum, Sambas, Kalimantan Barat. Dalam kesehariaannya ia memiliki motto “Never Stop Learning and Keep Innovating”, ia berpendapat bahwa tidak ada alasan untuk kita berhenti belajar, belajar dan terus belajar untuk menciptakan inovasi-inovasi yang dapat berguna bagi kehidupan. Tumbuh besar di Kalimantan Barat hingga lulus dari SMAN 1 Sambas, membuatnya memiliki kesempatan untuk mengikuti program beasiswa kemitraan antara STTN-BATAN dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat.

 

Sebagai mahasiswa dengan beban tambahan beasiswa dari pemerintah provinsi membuatnya berfikir agar dapat menjalankan amanah yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya. Selama kuliah 4 tahun dari tahun 2014-2018, Thomas sangat menjunjung tinggi kedisiplinan, dan berpendapat bahwa semua keberhasilannya selama ini tidak lepas dari kebiasaannya, baik dalam urusan akademik maupun non akademik. Anak pertama dari empat bersaudara ini memiliki hobi dalam bidang robotika. Ia mengaku lebih senang untuk menghabiskan malamnya bersama teman-temannya di kampus untuk mempersiapkan robot-robotnya dalam menghadapi berbagai kompetisi, dengan tidak melalaikan kegiatan perkuliahannya.

 

Adapun prestasi yang pernah ia raih dalam bidang robotika antara lain Juara 1 Electro Line Tracer UMS (ELTRUMS) 2015, Juara 3 Elins Robot Competition UGM (EBOTEC) 2015, dan berhasil meloloskan Tim KRI (Kontes Robotika Indonesia) dengan nama Tim NEXTRON pada ajang lomba Kontes Robot Pemadan Api (KRPAI) Berkaki Tingkat Nasional tahun 2016 dan tahun 2018. Selain sebagai peserta berbagai perlombaan ia juga aktif dalam berbagai kepanitaan selama perkuliahan, puncaknya ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Line Follower Competition (LIFOCO) tingkat Nasional tahun 2016 yang bertempat di Sahid J-Walk.

 

Dengan basis ilmu elektronika instrumentasi dan kecintaannya dalam dunia robotika, menuntunnya untuk mengambil tugas akhir dengan judul “Pengembangan Sistem Kontrol Gelombang Otak Menggunakan Neurosky Mindwave Mobile Pada Kursi Roda Listrik Berbasis Android Dan Arduino” bersama dengan 2 orang dosen pembimbingnya yaitu Budi Suhendro M. Kom dan Ir. Djiwo Harsono, M.Eng.

 

Kursi roda ini dioperasikan dengan menggunakan sensor Neurosky Mindwave Mobile, yaitu sebuah sensor yang mampu menangkap sinyal gelombang otak manusia. Sinyal dari sensor akan dikirim ke sebuah aplikasi yang dibuat peneliti untuk diproses sebelum perintah gerakan dikirimkan ke arduino melalui koneksi bluetooth guna menggerakkan motor kursi roda.

 

“Saya berharap kursi roda ini nantinya dapat disempurnakan dan dikomersilkan sehingga dapat membantu penyandang disabilitas yang mengalami kelumpuhan pada seluruh organ geraknya untuk membantu mobilitasnya sehari-hari,” harapnya.

 

Thomas yang pada tanggal 4 September 2018 diwisuda tersebut, berpesan kepada adik tingkatnya agar selalu semangat dan giat belajar dan menjaga nama baik almamater, serta mengharumkan nama almamater dengan prestasi-prestasi Nasional hingga Internasional. (dab)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies