STTN Wisuda 101 Wisudawan, 45 Predikat Cumlaude


Rabu, 05 September 2018 - 13:42:58 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 101 kali


(Yogyakarta, 4/9/18). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) pada hari Selasa, 4 September 2018 menggelar Wisuda Sarjana Sains Terapan di Gedung Auditorium STTN - BATAN. Prosesi dilaksanakan dengan jumlah wisudawan sebanyak 101 orang, yang terdiri 32 orang dari Program Studi Teknokimia Nuklir, 35 orang terdiri dari Program Studi Elektronika Instrumentasi dan 34 orang dari Program Studi Elektro Mekanika. Dari 101 wisudawan, 45 orang dinyatakan lulus dengan pujian (cumlaude).  Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi dari Program Studi Elektronika Instrumentasi diperoleh Thomas Candra Andrian (3,88), dari Program Studi Teknokimia Nuklir oleh Annisa (3,87), dan dari Program Studi Elektro Mekanika oleh Yasinta Dewi Umi Latifah (3,85).

 

Penyelenggaraan wisuda kali ini terdiri atas dua rangkaian acara, yaitu (1) Wisuda Sarjana Sains Terapan oleh Kepala BATAN dan Ketua STTN serta (2) penyerahan Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR) oleh Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Nasional (BAPETEN), Prof. Dr. Jazi Eko Istiyanto, M. Sc dan Sertifikasi Lisensi Ultrasonic Testing (UT) Level II oleh Sekretaris Utama BATAN, Falconi Margono, MM.

 

Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda tahun ini dirasa istimewa karena merupakan angkatan pertama lulusan dari program beasiswa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 24 dari 26 mahasiswa yang terdiri dari masing-masing 8 mahasiswa setiap program studi dan 13 diantaranya mendapat predikat cumlaude. Tim robotik STTN (Thomas Candra dkk) pada bulan Juli memberikan prestasi yang membanggakan dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) Nasional yaitu mendapat peringkat ke-17 Nasional kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia Berkaki (KRPAI Berkaki), yang terdiri 111 tim dan berasal  dari 21 perguruan tinggi se Indonesia. Wisudawan tahun 2018 ini juga menjadi pelopor dilaksanakannya regional/internasional student internship program di SLRI - Thailand tahun lalu, yang mana internship program tersebut mendapat apresiasi karena hasil kerja dan risetnya outstanding dan melampaui ekspektasi dari pembimbingnya.

 

Upaya peningkatan mutu layanan pendidikan juga terus dilakukan, tidak hanya dilengkapi dengan fasilitas baru, STTN juga telah menyiapkan dan akan mengimplementasikan beberapa pelatihan dalam rangka menambah sertifikasi personil untuk lulusannya. Sertifikasi tersebut untuk memberikan kepercayaan kepada seluruh pihak yang berkepentingan bahwa personil telah memenuhi persyaratan yang ditentukan sesuai kompetensinya. Pengakuan akan kompetensi lulusan tersebut sangat penting dalam era globalisasi dan menjadi karakter sebuah perguruan tinggi vokasi.  “Sertifikasi personil Ultrasonic Testing (UT) dan The American Society for Nondestructive Testing (ASNT) sudah berjalan tahun ini, radiografer industri dilaksanakan mulai tahun depan bekerjasama dengan Pusdiklat dan PSMN BATAN, serta sertifikasi personil Petugas Iradiator, PPR Medis, Petugas Dosimetri akan menjadi sertifikasi personil tambahan lulusan STTN ke depannya,” jelas Edy Giri lebih lanjut.

 

STTN sebagai perguruan tinggi vokasi, lulusannya terserap melalui 3 kategori yaitu bekerja di industri / instansi / perusahaan, menciptakan lapangan pekerjaan / wirausaha dan melanjutkan studi ke program S2.

 

Dalam kesempatan yang sama Kepala BATAN, Prof. Dr. Djarot Sulistio Wisnubroto, menyampaikan bahwa lulusan ini merupakan salah satu perwujudan bentuk tanggung jawab BATAN kepada bangsa dan negara Indonesia dalam mengembangkan iptek nuklir dan sekaligus merupakan wujud nyata karya utama STTN – BATAN. “Mulai saat ini Saudara adalah Sumber Daya Manusia terdidik dan terlatih, sehingga Saudara menyandang gelar Sarjana Sains Terapan yang dapat mengisi dunia kerja. Secara akademik sudah memadai. Di sisi lain di dunia kerja, Saudara harus mampu berkompetisi sekaligus bersinergi,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Djarot menjelaskan bahwa tantangan ke depan semakin banyak, pemanfaatan artificial intelligent atau kecerdasan buatan semakin besar porsinya dalam menunjang banyak segi kegiatan kehidupan, dengan tujuan utama adalah memberikan kenyamanan bagi para konsumen dan mengurangi penggunaan tenaga manusia. “Maka tugas kita semua, terutama generasi muda untuk mengasah terus menerus kreativitas dan inovasi, jangan terjebak pada rasa nyaman, jangan merasa bahwa apa yang sudah dipelajari selama ini adalah yang paling benar. Hal lain yang juga penting, bahwa ke depan kerjasama, memperbanyak jejaring berskala Internasional jauh lebih bermanfaat daripada prestasi individu. Kata kunci ke depan adalah kreativitas dan kemitraan,” terangnya lebih lanjut.

 

Kepala BATAN juga menyampaikan pesan bagi wisudawan. Menurut beliau, untuk menjadi orang sukses, seseorang harus yang memiliki kecerdasan sosial, mengetahui aturan administrasi yang ada serta memiliki wawasan yang mendalam dan luas. Dunia kerja membutuhkan SDM dengan karakter: (1) proaktif, (2) memiliki visi dan cita-cita besar, (3) fokus dan memiliki prioritas, (4) berprinsip win-win solution, (5) mau mendengar melebihi keinginan untuk didengar, (6) bersinergi dengan baik, (7) selalu mengasah dan menambah ilmu, (8) motivasi diri dan mampu memotivasi sekelilingnya. (tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies