Umpan Balik Alumni untuk Perbaikan STTN pada Acara Customer Appreciation & Gathering


Jumat, 19 Oktober 2018 - 16:30:43 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 168 kali


(Yogyakarta, 19/10/2018).  Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) turut berpartisipasi pada acara Customer Appreciation & Gathering yang diselenggarakan BATAN di Kawasan Nuklir Pasar Jum’at, Jakarta Selatan Rabu (17/10/2018). Sekitar 200 mitra BATAN dari kalangan industri, Rumah Sakit dan Perguruan Tinggi  turut hadir.  “BATAN terus berupaya agar nuklir dapat bermanfaat bagi masyarakat luas,” demikian disampaikan oleh Kepala BATAN, Prof. Djarot Sulistio Wisnubroto saat memberikan sambutan pada pembukaan acara tersebut.

 

Pelaksanaan Customer Appreciation & Gathering bermaksud mempertemukan mitra BATAN maupun pihak yang berpotensi menjadi  mitra dengan unit kerja di BATAN serta  bermaksud mendapatkan masukan dan kritikan dari mitra agar layanan BATAN semakin baik dan produk BATAN semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

Pada acara tersebut, STTN juga berkesempatan menawarkan lulusan  STTN kepada mitra dan calon mitra yang hadir. Di awali dengan pemaparan sekilas profil STTN oleh Drs. Supriyono, M. Sc selaku wakil dari STTN bahwa STTN menghasilkan SDM yang siap bekerja di bidang industri, khususnya industri nuklir yang berasal dari tiga program studi, yaitu Teknokimia Nuklir, Elektronika Instrumentasi, dan Elektro Mekanika. “Bagi perusahaan yang berminat menjadi mitra, STTN sangat terbuka,” jelasnya. Gayung bersambut, salah satu mitra BATAN, PT. Gerak Tani, perusahaan yang bergerak pada pengawetan makanan menyampaikan keinginannya untuk menjalin kerjasama dengan STTN.

 

STTN  juga berkesempatan mengadakan Forum Group Discussion dengan beberapa alumni yang turut hadir acaratersebut. Diskusi ini dilaksanakan guna mendapatkan masukan dari alumni STTN yang sudah terjun di dunia kerja di bidang nuklir khususnya. Seperti yang disampaikan oleh Aditya Romas, Direktur Utama PT. Russindo Corporation Group, alumni STTN tahun 2009,  menyampaikan bahwa perlu ditingkatkan untuk mata kuliah manajemen proyek, karena ke depan banyak alumni yang akan menjadi manajer. “Perusahaan kami, tahun ini sudah merekrut 2 orang alumni STTN dan masih membutuhkan 6 orang lagi,” terangnya.

 

Senada dengan Aditya, Arnoldi Maylus Tanti (alumni STTN tahun 2012) yang saat ini bekerja di PT. Stollberg, Cilegon juga menyampaikan bahwa alumni STTN perlu dibekali keahlian lain seperti K3 dan ISO selain Petugas Proteksi Radiasi (PPR) agar daya jual alumni semakin tinggi. Begitu juga dengan Hani Kurniasari, alumni STTN tahun 2012 yang bekerja di PT. Inspektindo Pratama, menyampaikan bahwa keahlian K3 sangat dibutuhkan di dunia industri, sehingga lulusan STTN perlu memiliki. Masukan-masukan dari alumni tersebut tentunya menjadi cambuk tersendiri bagi STTN untuk menjadi lebih baik dalam memberikan pelayanan dan menghasilkan lulusan yang lebih berkualitas kedepannya. (adw)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies