Sosialiasi Budaya Keselamatan bagi Pegawai STTN


Rabu, 31 Oktober 2018 - 16:17:20 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 61 kali


(Yogyakarta, 30/10/18). Resiko kecelakaan bisa terjadi kepada siapa, kapan dan di mana saja. Tidak seorangpun yang ingin celaka. Inilah pentingnya setiap orang untuk memahami dan menerapkan budaya keselamatan. Dalam pekerjaan, menerapkan budaya keselamatan adalah salah satu cara untuk melindungi diri dari pengaruh lingkungan kerja.

 

Sebuah institusi berkewajiban untuk memastikan bahwa seluruh pekerja dalam keadaan aman saat melaksanakan rutinitas kerja. Untuk itulah, diperlukan suatu komitmen bersama agar budaya keselamatan bukan hanya sebatas semboyan saja.

 

Sebagai lembaga pendidikan, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) tidak hanya berkewajiban dalam penyediaan pendidikan saja, tetapi juga memiliki tugas untuk mengelola dan menyediakan fasilitas yang mendukung keselamatan. “Keselamatan tidak hanya tanggung jawab PNS saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Selain itu, kita semua juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan sharing kepada mahasiswa,” jelas Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN dalam sambutannya di acara sosialisasi budaya keselamatan BATAN dan kaji diri budaya keselamatan di unit kerja STTN yang diselenggarakan di Auditorium STTN pada tanggal 26 Oktober 2018.

 

Kegiatan sosialisasi ini, disampaikan pemaparan tentang penerapan budaya keselamatan di BATAN oleh Drs. Deswandri, M. Eng dan dan materi penilaian diri budaya keselamatan berbasis web oleh Dr. Arya Adhyaksa Waskita, M. Si dari Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN – BATAN) sebagai tim budaya keselamatan BATAN. Dijelaskan oleh Drs. Deswandri, M. Eng, bahwa budaya keselamatan yang kuat dicirikan dengan 5 karakteristik Budaya Keselamatan, yaitu keselamatan berkembang dari proses pembelajaran, keselamatan sebagai nilai yang diakui dan dipahami, kepemimpinan dalam keselamatan terlihat dengan jelas, keselamatan terintegrasi dalam setiap kegiatan dan akuntabilitas dalam keselamatan terdefinisi dengan jelas. Diakhir kegiatan, peserta sosialisasi di minta untuk mengisi kuesioner keselamatan BATAN. (tek)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies