STTN BATAN Kembali menjadi Tempat Penyelenggaraan Pelatihan Iptek Nuklir IAEA


Rabu, 31 Oktober 2018 - 16:20:57 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 78 kali


(Yogyakarta, 30/10/18). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) kembali mendapat kepercayaan dari International Atomic Energy Agency (IAEA) sebagai tempat diselenggarakannya RAS 0079: Educating Secondary Students and Science Teacher on Nuclear Science and Technology. Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan kedua setelah pada bulan April 2018, STTN juga menjadi tempat dilaksanakannya Regional Training Course for Teachers to Introduce Nuclear Sciences in Secondary Schools through Innovative Approaches IAEA, dengan diikuti 28 peserta dari 16 negara (Kamboja, China, Jordania, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Nepal, Oman, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Indonesia dan Lebanon). Berbeda dengan sebelumnya, kali ini kegiatan diikuti oleh 20 guru yang keseluruhannya berasal dari Srilanka, yang diselenggarakan mulai dari tanggal 30 Oktober – 3 November 2018.

 

Tujuan kegiatan adalah melatih peserta dalam memperkuat pemahaman terkait teknologi nuklir, melaksanakan pelatihan dengan menggunakan pembelajaran yang efektif dan pendekatan inovatif serta mengunjungi fasilitas yang relevan untuk kembali disampaikan kepada peserta didiknya.

 

Hal tersebut juga disampaikan Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung keberlanjutan ketersediaan sumber daya manusia bidang iptek nuklir. “Pergunakan kesempatan ini untuk belajar dan memperkuat pemahaman tentang iptek nuklir, dan yang terpenting adalah sampaikan dan tularkan ilmu tersebut kepada anak didik dalam proses pembelajaran,”  harapnya. Selain itu, Edy Giri juga berharap agar peserta dapat secara aktif dan enjoy mengikuti kegiatan tersebut.

 

Pelaksanaan kegiatan selama 5 hari tersebut, terbagi dalam sesi pengajaran di kelas, kunjungan ke fasilitas nuklir yang ada di Yogyakarta serta kegiatan praktikum, yaitu percobaan membuat cloud chamber, sebuah detektor partikel yang digunakan untuk memvisualisasikan bagian radiasi pengion dengan menggunakan peralatan sederhana. Menjadi hal yang istimewa, karena dalam penyelenggaraan kali ini, seluruh pengajar berasal dari BATAN, Indonesia, baik pada kegiatan mengajar maupun praktikum. Hal ini membuktikan bahwa kualitas dan kemampuan dari SDM Indonesia tidak diragukan dunia. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies