Workshop Pendayagunaan Iradiator, Penjajakan Kerja Sama Pengembangan Teknologi Berbasis Nuklir


Jumat, 02 November 2018 - 22:14:44 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 146 kali


(Yogyakarta, 1/11/18). Perkembangan teknologi yang cepat menuntut industri senantiasa menyesuaikan diri dalam rangka mengoptimalkan seluruh aspek dalam proses produksi. Di lain pihak, universitas yang berperan besar mencetak sumberdaya manusia untuk dunia industri juga memerlukan update informasi tentang perkembangan terkini di dunia industri, sehingga dapat meningkatkan relevansi sistem pembelajaran di kampus dengan kebutuhan dunia kerja.

 

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) yang mempunyai tupoksi menyiapkan SDM Teknologi Nuklir dituntut tidak hanya melakukan personal development tetapi juga dapat melakukan transfer of knowledge kepada masyarakat khususnya teknologi nuklir. Menjawab tuntutan tersebut, STTN yang saat ini telah memiliki Iradiator Co-60 dengan aktivitas 12 kiloCurie, pada hari Kamis, 1 November 2018 mengadakan workshop pendayagunaan Iradiator.  

 

Workshop yang dilaksanakan di Auditorium STTN tersebut, diikuti sekitar 50 peserta yang berasal dari perwakilan Universitas di sekitar STTN serta Universitas yang telah terikat kerja sama dengan STTN bahkan termasuk yang dalam proses penjajakan.

 

Kartini Megasari, M. Eng selaku Ketua Jurusan Teknokimia Nuklir dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan workshop kali ini, selain sebagai sarana sharing of knowledge terkait aplikasi radiasi untuk bidang industri, pertanian, pangan dan kesehatan, juga mengharapkan hasil akhir dari kegiatan ini adalah diperolehnya jejaring serta kolaborasi kerja sama pemanfaatan Iradiator di STTN. “Iradiator yang dibangun dengan anggaran tahun 2017 tersebut, saat ini penggunaanya masih sebatas untuk praktikum mahasiswa, penelitian dosen-mahasiswa serta pemasyarakatan iptek nuklir. Oleh karena itu, kami menggagas dilaksanakan workshop pendayagunaan Iradiator ini agar kemanfaatannya bisa digunakan secara maksimal demi kemajuan bangsa,” jelas Kartini.

 

Kegiatan workshop yang dilaksanakan selama 1 hari tersebut, dibagi dalam 3 sesi, yaitu sesi materi, sesi kunjungan fasilitas serta sesi pemaparan presentasi penelitian oleh dosen STTN. Adapun materi yang disampaikan adalah pengenalan tentang STTN oleh Pembantu Ketua 1 bidang Akademik, Ir. Noor Anis Kundari, MT; pengenalan Iradiator oleh Sugili Putra, M. Sc dan materi pengenalan kimia radiasi oleh Maria Christina P, M. Eng.

 

Kunjungan ke fasilitas Iradiator juga disambut dengan antusias oleh peserta. Rasa penasaran serta keingintahuan tentang Iradiator semakin terjawab setelah melihat langsung serta mempraktikkan cara kerja dari Iradiator tersebut. Sebagai penutup kegiatan workshop, dilaksanakan sesi penjajakan kerja sama dalam pemanfaatan Iradiator serta kerja sama penelitian lainnya. Bahkan, beberapa peserta secara langsung telah menyatakan ingin melakukan kerja sama dengan STTN dalam pemanfaatan Iradiator untuk penelitian bersama.

 

Harapan ke depan, selain digunakan untuk praktikum, penelitian serta pemasyarakatan iptek nuklir, Iradiator yang ada di STTN tersebut, juga akan dikembangkan untuk layanan jasa pelatihan serta jasa iradiasi. Adapun iptek yang dikembangkan dengan memanfaatkan Iradiator adalah pengembangan proses kimia dengan radiasi, pengembangan material maju, pengembangan bio proses, aplikasi teknologi nuklir (seperti untuk pemuliaan tanaman, pengawetan makanan, pengendalian hama) serta pengembangan bidang fisika. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • SDMIN 2018
Top
  • Follows us our servcies