Pelatihan Betatron SEA-7 bagi Dosen dan Mahasiswa STTN


Rabu, 12 Desember 2018 - 16:27:10 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 1117 kali


(Yogyakarta, 12/12/18). Jurusan Teknofisika Nuklir, Program Studi Elektro Mekanika, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) bekerja sama dengan PT. Gamma Mitra Lestari (PT. GML) pada hari Selasa – Rabu (11 – 12 Desember 2018) mengadakan pelatihan Betatron SEA-7. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada dosen dan mahasiswa terkait aplikasi Betatron SEA-7 sebagai salah satu alat Uji Tak Rusak di dunia industri maupun medis. Pelatihan yang dilaksanakan di STTN tersebut, diikuti oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Elektro Mekanika. Nara sumber pelatihan berasal dari International of Non-Destructive Testing National Research Tomsk Polytechnic University, yaitu  Malikov Evgenii, Maxim Rychkov, Ravindra Havaldar.

 

Pelatihan terdiri dari dua sesi yaitu sesi teori dan sesi praktik. Sesi teori, diawali dengan pemaparan teori oleh Ravindra Havaldar terkait Prosedur penggunaan Betatron SEA-7, Perawatan alat, sekaligus Prosedur Keamanan Alat.  Betatron SEA-7 adalah adalah salah satu alat NonDestructive Test (NDT) yang memancarkan radiasi dengan tingkat energy mencapai 3 -7 MeV, sehingga dengan tingkat energi yang cukup besar diharapkan dapat digunakan untuk inspeksi specimen-specimen dengan thickness yang relatif besar juga yakni mencapai 300 mm dan dapat dioptimalkan untuk specimen dengan thickness hingga 1 meter. Betatron biasanya digunakan untuk pengujian bangunan beton, jembatan, kontur batangan penyangga bangunan, cargo, dan benda-benda yang relative besar ketebalannya. Sesi pertama diakhiri dengan tanya jawab antara peserta pelatihan dan nara sumber.

 

Pelatihan dilanjutkan dengan sesi praktik yang dilakukan di Gedung 14 Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA-BATAN),  dimana nara sumber memberikan penjelasan disertai dengan dengan praktik penggunaan alat Betatron SEA-7. Dalam sesi praktik kali ini, peserta dituntut untuk bisa melakukan pengoperasian alat sesuai standar / prosedur yang ada. Pengujian dilakukan dengan 4 variasi yakni Variasi Specimen Uji, Variasi Film yang digunakan (Film Fuji dan AGFA), Variasi Dosis yang dipancarkan, dan Variasi Tube yang digunakan. Tingkat keselamatan dan keamanan radiasi yang terpancar juga diperhatikan. Oleh karenanya, kegiatan ini melibatkan beberapa personel Petugas Proteksi Radiasi (PPR) untuk melakukan pengukuran paparan radiasi di sekitar bangunan agar dapat dipastikan bahwa pengoperasian Betatron SEA-7 ini aman dilakukan di STTN dan siap untuk dijadikan tempat pengujian. (dns)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies