Nuclear Teaching Industry, Menjawab Tantangan Globalisasi bagi Lulusan STTN


Jumat, 11 Januari 2019 - 13:21:24 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 75 kali


(Yogyakarta, 10/1/19). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) merupakan sebuah perguruan tinggi yang memiliki salah satu tujuan yaitu mewujudkan SDM iptek nuklir unggul tingkat regional (Asia Tenggara). Sebagai lembaga pendidikan bidang kenukliran, STTN juga dituntut dapat melahirkan lulusan yang kompeten di bidangnya untuk menghadapi industri kerja yang kian berkembang. Keahlian kerja, kemampuan beradaptasi dan cara pikir yang dinamis menjadi tantangan bagi lulusan untuk bersiap menghadapi dunia kerja.

 

Menjadi kewajiban bagi sebuah perguruan tinggi untuk dapat menjawab tantangan dan persaingan dunia kerja bagi lulusan ke depannya. Menjawab hal tersebut, pada hari Rabu, 9 Januari 2019, STTN – BATAN melaksanakan pertemuan dengan PT. Russindo Expertiza Inspekciya dan PT. Intergy Indonesia untuk membahas rencana pengembangan STTN melalui Nuclear Teaching Industry

 

Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN menyampaikan bahwa saat ini STTN sebagai lembaga pendidikan, harus merubah paradigma dan kurikulum agar lulusan STTN siap menjawab tantangan di era globalisasi seperti saat ini. “Saat ini STTN baru membekali lulusan dengan 1 sertifikasi, yaitu sebagai Petugas Proteksi Radiasi. Ke depan, kami ingin membekali lulusan dengan lebih banyak lagi sertifikasi. STTN harus berubah menjadi Nuclear Teaching Industry,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Edy Giri menyampaikan bahwa konsep Nuclear Teaching Industry adalah konsep dimana pendidikan harus melibatkan stakehoder khususnya industri dalam kurikulumnya. “Melalui Nuclear Teaching Industry, selama 6 bulan mahasiswa STTN akan belajar di industri. Mencari pengalaman serta belajar secara langsung bagaimana mahasiswa siap terjun ke dunia kerja. ,” lanjutnya.

 

Konsep Nuclear Teaching Industry adalah implementasi dari program BATAN sebagai pusat litbang yang ke depan mencirikan diri sebagai Technologi Provider, Technical Support Organisation dan Clearing House Nuclear Technolgy.

 

Dalam kesempatan tersebut, Aditya Romas selaku Direktur Utama Russindo Corporation Group yang merupakan alumni STTN menyampaikan sangat mendukung jika STTN akan menerapkan Nuclear Teaching Industry. Aditya berharap dengan adanya program micro teaching seperti ini, antara STTN dengan industri terjalin sinergi yang saling menguntungkan. Kebutuhan dari industri dapat dipenuhi oleh suatu perguruan tinggi. Demikian juga dengan Mauliddin selaku Founder & Director PT. Intergy Indonesia yang juga merupakan alumni STTN sangat mendukung dilaksanakannya kerja sama antara STTN dengan industri guna mendukung pelaksanaan Nuclear Teaching Industry. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies