Mahasiswa STTN Laksanakan KP di SLRI – Thailand


Senin, 04 Maret 2019 - 15:39:30 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 396 kali


(Yogyakarta, 1/3/19). Kerja Praktik (KP) merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN). KP dapat dilaksanakan oleh mahasiswa STTN sejak memasuki semester 6 untuk memberikan kesempatan mendapatkan pengalaman kerja serta memahami konsep-konsep non teknis di dunia kerja nyata yang terkadang tidak sesuai dengan teori akademis. Salah satu program kerja praktik yang ditawarkan oleh STTN - BATAN adalah program kerja praktik di Synchrotron Light Research Institute (SLRI), Thailand.

 

Pelaksanaan KP SLRI dilakukan selama 4 minggu, mulai dari tanggal 25 Juli – 22 Agustus 2018. Sebelum Internship program ini dilaksanakan, terlebih dahulu dilakukan seleksi kepada mahasiswa yang berminat mengikuti program tersebut dengan memilih topik penelitian yang telah disediakan, membuat proposal dan mempresentasikannya. Proses seleksi dikoordinir oleh pihak jurusan di STTN – BATAN. Pada Tahun 2018, mahasiswa STTN yang berkesempatan melaksanakan KP di SLRI sebanyak 7 orang, yaitu Enrico Willmanda F, Frensi Angraini, Friscilla Hermatasia, Rizky Fajarudin, Winahyu Saputri, Sophie Hapsari dan Fatin Yuniarti.

 

Pelaksanaan KP di SLRI Thailand diawali dengan pembekalan terlebih dahulu di Pusat Sains Teknologi Bahan dan Mineral  (PSTBM – BATAN) Serpong. Pembekalan dilaksanakan pada hari Senin, 23 Juli 2018 dengan pengenalan prinsip kerja, pengaplikasian mengenai fasilitas berkas neutron di PSTBM seperti Powder Diffractometer, Four Circle Diffractometer/ Texture Diffractometer Texture (FCD/TD), High Resolition Powder Diffractometer (HRPD), Triple Axis Spectrometer Neutron, Small Angle Spectrometer Neutron, High Resolution Small Angle Spectrometer Neutron,  Radiografi Neutron, Neutron Activation Analysis (NAA)  dan Neutron Tomography. Selain itu, mahasiswa juga belajar perbandingan perbedaan dari fasilitas hamburan neutron dengan fasilitas synchrotron.

 

Keberangkatan menuju Thailand dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Juli 2018, dan aktifitas dilaksanakan mulai tanggal 25 Juli 2018 dengan diawali penyambutan mahasiswa KP oleh pihak SLRI serta pengarahan mengenai safety dan K3 , kunjungan fasilitas synchrotron, pengenalan dengan mentor,  pengenalan fasilitas pada Beamline 6a Deep X-ray Lithography (DXL), serta penjelasan project yang akan dikerjakan selama KP.

 

Selama KP di SLRI, mahasiswa belajar mengenai mengenai pemanfaatan radiasi synchrotron. Terdapat 12 Photon beamlines di SLRI yang dimanfaatkan untuk berbagai teknik analisis seperti X-ray Diffraction, X-ray Absorption, X-ray Fluorescence, Small Angle X-ray Scattering, X-ray Imaging, Photoemission Electron, dan Infrared. Dimana pada kesempatan ini saya belajar teknik X-ray Absorption di Beamline 5.2 : X-ray Absorption Spectroscopy (XAS) SUT-NANOTEC-SLRI. Beamline 5.2 merupakan fasilitas penelitian hasil proyek kerja sama antara tiga (3) organisasi di Thailand yaitu Suranaree University of Technology (SUT), National Technology Center (NANOTEC) dan SLRI. Teknik ini menggunakan radiasi synchrotron dan memanfaatkan sinar X untuk mengetahui sifat kimia dan struktur material.

 

“Banyak hal yang saya peroleh selama melaksanakan KP di SLRI, mulai dari pengenalan tentang produksi radiasi synchrotron, melihat secara langsung alat dan instrumentasi yang ada pada fasilitas synchrotron, dan aplikasi radiasi synchroton yang dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang teknik analisis dan penelitian,” jelas Sophie Hapsari mewakili teman-teman lainnya.

 

Melaksanakan KP di SLRI, merupakan kesempatan yang luar biasa bagi mahasiswa STTN karena bisa banyak belajar pemanfaatan dan aplikasi iptek nuklir disalah satu fasilitas Synchrotron terbesar di Asia Tenggara. Selain menambah pengetahuan, banyak pengalaman baru yang didapatkan dalam memanfaatkan teknik synchrotron yang mana fasilitas ini belum tersedia di Indonesia. Hal lain yang menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa selama KP di SLRI adalah mereka banyak belajar tentang produksi radiasi synchrotron, mengenal instrumentasi dan bagaimana proses kerja akselator pada fasilitas synchrotron, dan aplikasi radiasi synchrotron yang dimanfaatkan pada berbagai teknik analisis dan penelitian serta mempelajari keselamatan dan proteksi radiasi. (ew/fa/fh/rf/ws/sh/fy).

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies