Mahasiswa STTN Ikuti AWSAXS di Thailand


Selasa, 12 Maret 2019 - 11:12:02 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 316 kali


(Yogyakarta, 11/3/19). Synchrotron Light Research Institute (SLRI), Thailand kembali mengadakan workshop ASEAN Small Angle X-Ray Scattering (SAXS) yang dikenal sebagai AWSAXS. Kegiatan AWSAXS dilaksanakan dari tanggal 20 – 22 Februari 2019 dengan mengusung tema biologi khususnya protein. Peserta terdiri dari perwakilan negara-negara ASEAN, meliputi Thailand (35), Indonesia (9), Malaysia (5), Philipina (8), Singapura (2), Vietnam (4), India (3) dengan pemateri Al Kikhney (Germany), Martin A. Schroer (Germany), Tim Ryan (Australia) dan Danaya Pakotiprapha (Thailand).

 

Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) mengirimkan dua mahasiswanya, yaitu  Cindy Anggrilita dan Nindia Putri Prihantini untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mahasiswa diharapkan dapat belajar lebih banyak  tentang struktur partikel native dan komplek serta menganalisis perubahan struktural dalam merespon variasi kondisi eksternal protein.

 

Kegiatan hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan materi mengenai SAXS dalam bidang biologi  oleh Al Kikhney, dan dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai metode preparasi sampel khusus untuk sampel biologi oleh Tim Ryan. Selain itu juga dilakukan pemaparan materi oleh Martin mengenai teori dan cara mengaplikasikan SAXS untuk sampel biologi tersebut. Acara berlangsung sangat kondusif dan menarik. Setelah dilakukan beberapa pemaparan mengenai SAXS dalam bidang biologi, dilakukan kunjungan laboratorium untuk melihat secara real bagaimana proses preparasi dan proses karakterisasi berlangung. Pada kunjungan ini diperlihatkan dan dijelaskan mengenai prinsip kerja dan fungsi dari masing-masing instrumen yang berada di dalam Laboratorium SLRI, meliputi SAXS/WAXS (Small/Wide Angle X-Ray Scattering), XAS (­X-Ray Absorption Spectroscopy), IR (Infra Red), MX (Macromolecular Crystallography) dan XRF (X-Ray Fluoresence).

 

Hari kedua, peserta diberikan tutorial menggunakan aplikasi pengolah data ATSAS dan PyMOL. ATSAS digunakan untuk mendapat model dari sampel yang telah dikarakterisasi dalam bentuk 3D. Pemateri merupakan profesional BioSAXS yang berasal dari EMBL Hamburg, Jerman, Australian Synchrotron dan Thailand. Sedangkan PyMOL digunakan untuk melihat struktur dari sampel biologi (protein) itu sendiri.

 

Hari ketiga, disampaikan penjelasan mengenai model dari sampel protein dimer yang diperoleh melalui aplikasi pengolah data ATSAS dan PyMOL oleh Al Kikhney, Martin A. Schroer, Tim Ryan dan ditutup oleh Danaya Pakotiprapha.

 

Kelebihan pada workshop ini adalah tutorial dijelaskan langsung kepada peserta secara individu sehingga membuat peserta menjadi lebih paham. Selain mendapat penjelasan tentang SAXS, peserta juga mendapatkan penjelasan berbagai beamline lain yang terdapat di SLRI seperti Macromolecular Crystallography (MX) yang biasa digunakan untuk mengukur struktur kristal protein, XAS, ISI, PES, XTM.

 

Pengalaman berharga sangat dirasa oleh mahasiswa STTN. Nindy menyampaikan bahwa dengan mengikuti  workshop ini,  membantu dalam penelitian Tugas Akhirnya. “Selain ilmu, dengan mengikuti kegiatan tersebut, saya mendapat teman baru baik dari Indonesia maupun luar Indonesia yang memungkinkan saya untuk berdiskusi dan berkomunikasi mengenai BioSAXS maupun hal lain,” jelasnya. Begitu pula dengan Cindy yang menyatakan sangat senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Senang, bisa memperoleh ilmu dan pengalaman  dengan suasana yang cukup menarik,” ungkap Cindy. (ca/np)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies