BATAN Jogja Laksanakan Temu Pelanggan serta Pencanangan Zona Integritas WBK/WBBM


Selasa, 02 April 2019 - 16:01:49 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 77 kali


(Yogyakarta, 2/4/19). Dalam upaya meningkatkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat serta pencanangan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN-BATAN) dan Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA – BATAN) mengadakan kegiatan temu pelanggan. Kegiatan yang mengusung tema “Menjalin Sinergi Melalui Temu Pelanggan dan Diseminasi dalam Upaya Peningkatan Kinerja BATAN Jogja sebagai Pusat Unggulan Iptek dan Perguruan Tinggi" tersebut diikuti oleh beberapa industri, swasta, rumah sakit, kelompok atau komunitas, lintas sektoral, institusi pendidikan, instansi pemerintah serta masyarakat yang merupakan stakeholder PSTA dan STTN. Temu pelanggan juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna layanan serta mendapatkan umpan balik dan saran perbaikan terhadap layanan yang diberikan.

 

Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN sekaligus plt. Kepala PSTA menyampaikan, selain temu pelanggan dan pencanangan zona integritas WBK/WBBM, kegiatan ini juga sebagai rangkaian peringatan 40 tahun Reaktor Kartini sekaligus memperingati HUT BATAN Yogyakarta yang ke 55. “Mohon dukungan semua pihak agar STTN dan PSTA dalam melaksanakan tugas dapat mewujudkan pembangunan zona integritas menuju WBK/WBBM,” jelasnya. Lebih lanjut Edy Giri menjelaskan, STTN melalui layanan pendidikan sebagai Perguruan Tinggi dan PSTA melalui jasa layanan litbang, analisis serta pendidikan untuk praktikum, berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada seluruh pelanggan dan berkomitmen menghilangkan kegiatan yang menimbulkan gratifikasi serta indikasi KKN. “Jika ada yang tidak sesuai, silahkan menyampaikan pengaduan kepada manajemen,” ungkapnya.

 

Sementara Deputi bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN – BATAN), Dr. Ir. Efrizon Umar, MT dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa dalam setiap kegiatan, didasarkan pada analisis kebutuhan pelanggan, bukan berdasarkan keinginan individu. Hal ini menjadi bagian dari sinergi antara lembaga riset dengan pelanggan. Sejalan dengan perkembangan zaman yang terus berubah, melakukan suatu layanan, tidak hanya cukup dengan memberikan pelayanan prima, tetapi diperlukan juga pelayanan optima. Pelayanan optima artinya kita harus jemput bola, harus mencari kesempatan, tidak hanya memanfaatkan kesempatan yang datang, sehingga terlihat jelas manfaatnya sekaligus sebagai wahana sosialisasi iptek nuklir kepada masyarakat. “WBK/WBBM perlu pertisipasi dari pelanggan, sehingga diharapkan PSTA dan STTN dapat melaksanakan komunikasi yang intensif dengan pelanggan,” jelasnya. Masukan dari pelanggan sangat penting untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memahami kebutuhan pelanggan.

 

Selain melaksanakan kegiatan temu pelanggan, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PSTA dengan Pusat Teknologi Material - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (PTM BPPT) Serpong, PSTA dengan Pusat Penelitian Fisika Serpong, PSTA dengan UIN Malang, PSTA dengan Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang, STTN dengan Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Semarang dan STTN dengan PT. Russindo Rekayasa Pranata. (tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies