STTN Hadir di Korea Selatan dalam IAEA Workshop & International HANARO Symposium 2019


Senin, 29 April 2019 - 17:13:26 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 45 kali


Daejeon, Korea Selatan, 9 – 12 April 2019. Salah satu strategi untuk mendukung pencapaian kemandirian dan keberlanjutan organisasi atau institusi nuklir nasional khususnya di negara-negara di kawasan Asia dan Pasifik adalah mendorong pengembangan produk hasil penelitian yang dapat dikomersialkan atau pemanfaatan reaktor riset dan fasilitas lainnya dalam menyediakan produk dan layanan yang beragam untuk pengguna atau pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk industri atau swasta. Pengembangan produk di bidang reaktor riset dan aplikasinya seperti analisis aktivasi neutron, produksi radioisotop dan radiofarmaka, doping silikon, pewarnaan batu permata, radiografi neutron, pengujian bahan, serta layanan pendidikan dan pelatihan merupakan beberapa contoh bagaimana sebuah organisasi atau institusi nuklir nasional dalam mendapatkan pendanaan dari hasil layanan publik (stakeholder) baik pemerintah maupun swasta.

 

Sampai dengan saat ini, rata-rata lebih dari 75% pendanaan organisasi atau institusi nuklir nasional negara-negara berkembang di Asia berasal langsung dari pemerintah. Untuk itu, International Atomic Energy Agency (IAEA) bersama Korea Atomic Energy Research Institute (KAERI) menyelenggarakan workshop RAS0080 : Promoting Self-Reliance and Sustainability of National Nuclear Institutions, untuk mendorong organisasi atau institusi nuklir untuk mengubah fokus penelitian murninya menjadi penelitian aplikatif atau inovatif dan memberikan layanan dan jasa untuk menghasilkan pendapatan yang besar dari produk atau layanan yang dikomersialisasikan ke industri atau swasta. Untuk mencapai kemandirian dan keberlanjutan pendanaan selain dari pemerintah, organisasi atau institusi nuklir tersebut mutlak perlu memiliki mandat yang jelas untuk mendukung kebijakan pembangunan nasional negara tersebut, memiliki kemauan serta kemampuan untuk berinovasi, serta adanya sumber daya manusia dan pendanaan yang memadai. Sejak tahun 2014, IAEA telah bekerjasama dengan 12 negara anggota di kawasan Asia Pasifik ini untuk membantu proyek regional yang baru dimulai pada pada tahun 2016 untuk meningkatkan kemandirian lembaga-lembaga nuklir nasional dalam melaksanakan kegiatan penelitian dan pengembangan iptek nuklirnya.

 

Kegiatan Workshop kali ini yang dihadiri oleh 13 peserta dari 12 negara Asia Pasifik adalah untuk memberikan kesempatan bagi para peserta, termasuk Indonesia yang diwakili oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN) sekaligus pelaksana tugas Kepala Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Edy Giri Rachman Putra, PhD. bertukar pengalaman dengan peserta lainnya yang memiliki fasilitas penelitian, seperti reaktor riset, iradiator, termasuk fasilitas pendidikan dan pelatihannya untuk meningkatkan kemandirian dari organisasi atau institusi nuklir nasionalnya. Disamping membahas peluang dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing negara yang berpartisipasi dalam workshop ini, peserta sekaligus juga mengikuti kegiatan Internasional HANARO Symposium 2019.

 

Presentasi yang disampaikan dari delegasi Indonesia mengambil tema Nuclear Teaching Industrial Polytechnic sebagai sebuah konsep baru untuk penyelenggaraan pendidikan tinggi vokasi teknologi nuklir di Indonesia. Konsep teaching industry yang ditawarkan adalah bagaimana fasilitas nuklir (reaktor, iradiator, radiografi, pilot plant pengolahan mineral radioaktif, unit pengolahan limbah radioaktif, dan lainnya) dapat dikembangkan menjadi sebuah “industri” kecil yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk pembelajaran (pendidikan & pelatihan yang tersertifikasi) sekaligus menghasilkan produk inovatif maupun komersial untuk industri serta jasa layanan lainnya. Dengan mengembangkan program teaching industry ini, khususnya dalam teknologi nuklir maka akan dapat meningkatkan pendanaan secara langsung dari masyarakat maupun industri atau swasta dalam mendorong kemandirian organisasi atau institusi nuklir ke depannya. (egp)

 

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies