Panen Bersama Simbol Menggiatkan Kembali Kegiatan Iptek Nuklir melalui Pendidikan di Jepara


Kamis, 02 Mei 2019 - 11:33:47 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 164 kali


(Yogyakarta, 30/4/19).  Selasa, 30 April 2019, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) melaksanakan panen bersama padi varietas Sidenuk di Loka Pemantauan Tapak dan Lingkungan (LPTL) - Loka Jepara, Desa Ujung Watu, KabupatenJepara. Sidenuk singkatan dari Si Dedukasi Nuklir, merupakan salah satu varietas padi unggul hasil inovasi pengembangan teknologi nuklir yang dihasilkan BATAN. Varietas tersebut telah dilepas sejak tahun 2011 dengan keluarnya SK Menteri Pertanian No. 2257 tahun 2011. Kegiatan panen bersama merupakan program hilirisasi hasil penelitian BATAN, sekaligus merupakan wujud kegiatan pengabdian kepada wujud kegiatan pengabdian kepada masyarakat STTN - BATAN. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan dalam bidang pertanian yang terjadi pada masyarakat Kabupaten Jepara pada umumnya dan masyarakat desa Ujung Watu pada khususnya.

 

Panen dilakukan secara simbolis oleh Plt. Kepala BATAN, Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Jepara, Deputi Pendayagunaan Teknologi Nuklir BATAN, Ketua STTN, Kapolsek serta Danramil Donorojo. Kegiatan juga dihadiri oleh beberapa pimpinan tinggi pratama BATAN.

 

Kasi Produksi Tanaman Pangan DKPP, Jepara Rokhim, SE, MM saat membacakan sambutan dari Bupati Jepara, menyampaikan bahwa sejak tahun 2006, BATAN dan Pemerintah Jepara telah melaksanakan kerja sama dalam upaya peningkatan produksi padi serta produk – produk pertanian dan peternakan lainnya melalui hasil inovasi teknologi nuklir. Kerja sama tersebut terbukti telah menghasilkan beberapa manfaat bagi masyarakat Jepara. “Kami optimis, dengan produktivitasnya menghasilkan 8 – 9 ton/hektar, masa tanam 110 hari dan tahan terhadap hama wereng coklat, capaian surplus beras kabupaten Jepara akan terjaga,” jelasnya. Lebih lanjut Rokhim menyampaikan bahwa secara ekonomi, varietas Sidenuk menguntungkan petani, mengingat produktifitasnya yang tinggi dan rasanya lebih pulen. Rokhim juga berharap, padi Sidenuk akan semakin dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat Jjepara sehingga bisa dikembangkan lebih luas lagi.

 

Sementara itu, Ketua STTN – BATAN, Edy Giri Rachman Putra, Ph. D  dalam laporannya menyampaikan bahwa LPTL Loka Jepara yang awalnya di kelola oleh Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN – BATAN), sejak tanggal 16 Oktober 2018 sepenuhnya telah di alihkan pengelolaannya kepada STTN – BATAN. Pengalihan tersebut membawa arti, bahwa ke depannya pengelolaan Loka Jepara akan lebih terfokus untuk kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Edy Giri juga menambahkan bahwa saat pelaksanaan serah terima pengelolaan Loka Jepara tersebut, STTN juga menyerahkan benih padi varietas Sidenuk sebagai simbol bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Jepara. Penyerahan tersebut sebagai titik awal kerja sama dengan pemerintah Jepara, yang tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga di bidang pendidikan. “Panen ini menjadi simbol permulaan untuk menggiatkan kembali kegiatan iptek nuklir melalui pendidikan di Jepara dengan pengembangan konsep kampus Jepara sebagai nuclear science, nuclear education  and nuclear technology,” jelasnya lebih lanjut. Selain itu, STTN juga akan terus berupaya melakukan pengembangan / improve agar iptek nuklir bisa semakin diterima masyarakat Jepara.

 

Plt Kepala BATAN, Ir. Falconi Margono, MM dalam sambutannya menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk mendekatkan kembali program BATAN kepada masyarakat, yang mana dulu pernah dilakukan oleh PKSEN dan sekarang beralih fungsi ke STTN sebagai unit pendidikan. “Panen yang kita lakukan ini adalah untuk menyampaikan rasa syukur bahwa salah satu program dari pengembangan nuklir bisa terlaksana. Ini merupakan etalase program yang sudah dikembangkan sebelumnya,” jelasnya. Beralih fungsinya Loka Jepara sebagai lembaga pendidikan, Falconi berharap akan banyak kegiatan di luar pertanian yang bisa dilakukan, seperti pengembangan infrastruktur yang lebih mengarah pada kegiatan lingkungan, sehingga beberapa fungsi dari alat di Loka Jepara tetap bisa digunakan untuk pengembangan kegiatan pendidikan yang lebih cepat dan dinamis.(tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies