Dosen STTN Peroleh Award Best Action Plan dalam Workshop di Korea


Kamis, 08 Agustus 2019 - 10:38:30 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 68 kali


(Yogyakarta, 7/8/19). Aplikasi teknologi nuklir di dunia telah banyak dimanfaatkan secara luas di berbagai bidang, termasuk dalam pengolahan air limbah. Dalam rangka penguatan SDM di bidang teknologi tersebut, Korea International Cooperation Agency (KOICA) bersama Korea Atomic Energy Research Institute (KAERI) menyelenggarakan workshop “Establishment of Fresh Water Resource Management Plan by Strengthening Capacity for Wastewater Treatment Through Radiation Fusion Technology” di Seongnam dan Daejon, Republik Korea pada 21 Juli- 3 Agustus 2019.

 

Workshop diikuti oleh 12 peserta dari 6 negara Asia Pasifik yaitu Indonesia, Vietnam, Bangladesh, Tajikistan, Fiji dan Nepal. Untuk mulai menginisiasi riset dan aplikasi teknologi pengolahan limbah dengan teknologi nuklir ini, Indonesia diwakili oleh Fifi Nurfiana, M.Si yang merupakan Dosen Teknokimia Nuklir, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) dan Vemi Ridantami, SST dari Pusat Sains dan Teknologi Akeselerator (PSTA – BATAN).

 

Materi workshop meliputi kelas dan diskusi tentang metode pengolahan limbah secara konvesional (metode fisika, kimia, biologi), pengolahan limbah dengan teknologi iradiasi (penyinaran oleh mesin berkas elektron), serta gabungan teknologi konvensional dan iradiasi. Selain itu juga dilakukan kunjungan lapangan ke Daejon Sewage Treatment Plan dan ke kantor Kementerian Lingkungan Republik Korea.

 

Sebelum workshop dimulai,  perwakilan setiap negara menyampaikan Country Report terkait kondisi pengolahan limbah dan teknologi yang dimiliki oleh setiap negara. Di akhir workshop para peserta menyampaikan Action Plan untuk negaranya dalam bidang Human Resource Development (HRD) serta Policy and Technical.

 

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan STTN mendapatkan Award untuk Best Action Plan dalam bidang Policy and Technical. Judul yang diangkat adalah Feasibility Studi of Batik Waste water Teatment Through Radiation Fusion Technology for Indonesia. Tema limbah batik dipilih mengingat sampai saat ini pengolahan limbah batik belum optimal dilakukan dan sebagian besar masih terbuang langsung ke lingkungan. Batik yang diakui sebagai World Cultural Heritage oleh UNESCO menyisakan permasalahan terkait pengelolaan limbah dalam proses pewarnaan dan pencucian lilin. Limbah batik yang mengandung warna, senyawa kimia berbahaya dan beracun yang non-biodegradable, dengan pre treatment menggunakan teknologi radiasi diharapkan dapat kehilangan warnanya dan menjadi limbah yang lebih biodegradable untuk Indonesia yang lebih hijau. (fn)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies