Arifah, Wisudawati Peraih Medali Emas di Wall Climbing


Kamis, 29 Agustus 2019 - 16:26:09 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 37 kali


(Yogyakarta, 29/8/19). Arifah, begitu teman-teman memanggilnya. Memiliki nama lengkap dari Siti Nur Arifah, Arifah menjadi mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN BATAN) program studi Teknokimia Nuklir angkatan 2015. Mahasiswi STTN yang berasal dari Grobogan dan merupakan alumni SMA Negeri 1 Gubug tersebut mengaku, mengetahui STTN dari alumni dan teman – teman seangkatannya. Arifah berhasil masuk menjadi mahasiswa STTN melalui jalur Prestasi Akademik dengan berbekal piagam juara 1 OSN astronomi tingkat kabupaten yang dimilikinya.

 

Awal ketertarikan Arifah memilih STTN adalah terkait dengan energi nuklir yang notabene masih jarang dan tergolong ekstrim di telinga masyarakat, terutama di Indonesia. Sesuai dengan motto hidupnya, “hidup untuk membahagiakan orang lain, maka akan mendatangkan kebahagiaan yang lebih pada dirimu”,  membuat dirinya ingin belajar tentang nuklir dan radiasi agar dapat menjadi salah satu agen perubahan di bidang energi. Program studi Teknokimia Nuklir dipilih oleh Arifah karena ketertarikan terhadap dunia research.

 

Selain fokus pada pendidikan, mahasiswi ini juga ikut tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Wahana Petualang (WALANG). Dari WALANG tersebut ia mulai mengenal olahraga wall climbing yang dapat menghantarkannya menjadi peraih medali emas dua kali berturut-turut pada ajang Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) wall climbing cabang speed clasic pada tahun 2017 di STPN Jakarta dan tahun 2018 di STTN Yogyakarta. Pencapaian ini tidak di dapatkannya dengan mudah. Setelah gagal mendapatkan gelar juara di pertandingan pertamanya di STAN Jakarta pada tahun 2016, ia semakin menyukai dan terpacu untuk terus berlatih olahraga tersebut. Empat tahun kuliah di STTN, kini goresan prestasi yang membanggakan telah Arifah torehkan.

 

Selain pencapaian tersebut, menurut Ipeh banyak hal yang ia dapatkan selama menempuh pendidikan di STTN yang turut melatih tingkat kedewasaannya. Bidang pendidikan, banyak hal baru yang ia pelajari. “Bukan tentang perakitan senjata nuklir atau pembuatan BOM, tetapi tentang energi, nuklir, radiasi, dan zat radioaktif yang meskipun memiliki tingkat bahaya yang sangat tinggi namun memiliki lebih banyak manfaat dalam kelangsungan hidup umat manusia di bidang energi, pertanian, industri, pengawetan makanan, radioterapi untuk mematikan sel kanker, dan masih banyak lagi hal yang dipelajari tentang pemanfaatan nuklir ini,” terangnya.

 

Setelah melewati masa kuliah 4 tahun dan dinyatakan lulus, Ipeh berharap dapat segera bekerja di perusahaan BUMN yang bergerak dibidang yang selama ini ia tekuni. Selain itu, ia juga berharap  agar STTN tetap menjadi Sekolah Tinggi yang hijau dan ramah lingkungan serta semakin baik dalam menyediakan fasilitas pembelajaran dan fasilitas unit kegiatan mahasiswa untuk mengasah potensi yang dimiliki mahasiswa.(ip/dab)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies