Vindha “Cah Sendang”, Aktif di Organisasi Tak Halangi Ukir Prestasi


Kamis, 29 Agustus 2019 - 16:30:18 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 49 kali


(Yogyakarta, 29/8/19). Vindha Lestari Septafiani, gadis kelahiran kota Tulungagung pada 22 September 1997, alumni SMA Negeri 1 Boyolangu tersebut merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, putri pasangan Bapak Suwandi dan Ibu Musrikah. “Awalnya saya ingin kuliah di kampus besar karena dulu sering baca profil orang sukses itu kebanyakan dari kampus besar. Ternyata saya tidak diterima,” kenang Vindha. Sejak saat itu, ia mulai merubah pandangan hidupnya tentang kesuksesan itu bisa berasal dari mana saja. “Success is a journey, not a destination. And every journey has their own destination, so enjoy the journey.” Itulah mottonya mulai saat itu.

 

Tak pernah membayangkan bahwa ia akan menempuh jenjang pendidikan di kampus Nuklir, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN). Baginya nuklir adalah suatu hal yang menakutkan dan berkaitan dengan bom. “Saat itu yang saya pikirkan tentang nuklir ya tentang Hiroshima dan Nagasaki, tentang bom. Tapi, bukankah semua hal itu mempunyai 2 sisi yang berbeda?” katanya. Berbekal dengan rasa keingin tahuan yang tinggi tentang sisi lain nuklir, akhirnya Vindha mendaftarkan diri ke STTN, dan diterima di Jurusan Teknofisika Nuklir, Program studi Elektronika Instrumentasi (Elins).

 

Hasil kerja keras Vindha selama empat tahun kuliah membuahkan hasil yang gemilang. Vindha menjadi lulusan terbaik tahun 2019 dari program studi Elins dengan IPK 3,80. Sebelumnya, Vindha juga memperoleh beasiswa prestasi akademik pada tahun keduanya kuliah di STTN.

 

Selama kuliah, Vindha pernah menjadi asisten dosen Matematika untuk mahasiswa angkatan 2016 dan 2017. Selain itu, ia juga aktif menjadi tentor Kimia, Fisika, Matematika dan Bahasa Inggris untuk siswa SMA serta menjadi tentor IPA untuk siswa SMP.  “Kuliah itu tidak selalu tentang akademik, harus ada penyeimbangnya. Namun akademik tetap yang utama.” tutur  gadis yang sering disapa “cah sendang” semasa SMA ini.

 

Selama kuliah, Vindha merupakan mahasiswa yang aktif mengikuti beragam organisasi. Ia tercatat telah tergabung sebagai anggota dari UKM Voli hingga ia diberi kesempatan untuk menjadi ketua UKM Voli STTN tahun 2017 – 2018. Vindha juga aktif dalam Himpunan Mahasiswa (HIMA) Elins dalam divisi Eksternal serta Ristek dalam periode yang berbeda serta Badan Eksekutif Mahasiswa dalam Departemen Pengembangan Mahasiswa dan Kaderisasi masa bakti 2018.

 

Tak hanya di kampus, Vindha juga tergabung dalam Komunitas Muda Nuklir Nasional Wilayah Yogyakarta sebagai anggota divisi Kajian Ilmiah masa bakti 2018. Selain aktif berorganisasi, Vindha juga aktif dalam event kepanitiaan seperti mengemban tugas sebagai koordinator Sie Acara dalam event Seminar Nasional Teknologi Nuklir (SNTN) tahun 2016 dan Line Follower Competition ke 5 (LIFOCO#5) tahun 2017.

 

Kecintaannya terhadap teknologi nuklir serta robotika dengan basis ilmu elektronika instrumentasi menuntunnya untuk mengambil tugas akhir dengan judul “Rancang bangun Prototype Robot Beroda untuk Dekontaminasi Zat Radioaktif Pada Permukaan Lantai Area Kerja”. Robot yang dibuat mampu mendeteksi keberadaan zat kontaminan menggunakan pencacah Geiger Muller dan melakukan proses dekontaminasi jika terdapat kontaminan yang nilainya lebih besar dari latar. Dengan dua mode operasi yaitu otomatis dan kendali jarak jauh menggunakan ponsel pintar dengan koneksi bluetooth, robot diharapkan mampu mempermudah dalam proses dekontaminasi zat radioaktif. Vindha berharap penelitiannya dapat disempurnakan serta dikembangkan sehingga benar-benar dapat digunakan untuk proses dekontaminasi zat radioaktif mengingat masih terbatasnya penelitian serupa.

 

Pada tanggal 29 Agustus 2019 ini, Vindha menjadi salah satu dari ratusan mahasiswa STTN - BATAN yang di wisuda. Ia berpesan kepada adik untuk selalu disiplin, semangat, dan giat belajar di segala hal serta jangan lupa berdoa. “Menjadi diri sendiri itu penting. Tak perlu takut untuk menjadi berbeda dengan yang lain. Selalu berjuang dimanapun dan kapanpun kita berada sebab bukan hanya tujuan saja yang berharga tetapi juga setiap proses yang dilalui,” jelas Vindha di akhir ceritanya. (vin/tek)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies