Friscilla, Mahasiswa dari Kalbar Penuh Prestasi


Kamis, 29 Agustus 2019 - 16:32:39 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 55 kali


(Yogyakarta, 29/8/19). Wisuda kali ini, satu dari sepuluh mahasiswa penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat lulus dengan menerima predikat dengan pujian (cumlaude). Ialah Friscilla Hermatasia, mahasiswi kelahiran 13 Juni 1997 yang berasal dari SMA Negeri 1 Sukadana, Kalimantan Barat lulus dengan nilai IPK 3,55. Friscilla mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) dengan beasiswa penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

 

Baginya berkuliah dengan bebas biaya pendidikan ditambah dana hidup bulanan dan dana buku sangat membantu pelaksanaan pendidikan dan meringankan beban orang tua. “Dengan menerima beasiswa dari Pemerintah Kalbar, saya memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan baik dan mengembangan ilmu yang diterima untuk diberikan kembali dalam bentuk apapun sebagai pengabdian kepada masyarakat,” jelasnya. Friscilla juga menyampaikan bahwa setelah lulus ia ingin untuk dapat kembali ke daerahnya dan mengembangkan daerah yang telah membantu ia untuk mendapatkan gelar sarjana ini.

 

Mahasiswi yang akrab disapa Ici ini memilih Program Studi Teknokimia Nuklir karena kegemarannya pada ilmu kimia sejak SMA. Ketika menyelesaikan pendidikan SMA, dirinya mendapat tawaran untuk mengikuti ujian seleksi masuk STTN - BATAN jalur Kemitraan yang dilaksanakan di Kalimantan Barat. Baginya memilih bersekolah di jurusan Teknokima Nuklir STTN - BATAN merupakan tantangan baru dan menarik, karena selain ia mempelajari teknik kimia ia juga dapat mempelajari teknik nuklir yang merupakan teknologi baru yang masih sedikit dikembangkan dan dikenal dimasyarakat.

 

Ici menjelaskan, ia sangat di dukung oleh orang tuanya untuk bersekolah di STTN - BATAN. “Kebetulan saya dapat informasi tes beasiswa tersebut dari teman papa saya.  Kagetnya, orang tua saya setuju dan menyarankan saya untuk mengambil beasiswa tersebut  padahal orang lain pada takut dengan nuklir. Tentunya ini menjadikan saya semakin bersemangat untuk masuk STTN” jelasnya lebih lanjut.

 

Selama kuliah di STTN, tak hanya menunjukkan prestasi di bidang akademik, Ici juga menunjukkan prestasinya di bidang non - akademik. Ici juga aktif di kegiatan kemahasiswaan STTN - BATAN. Ditahun 2016, Ici menjabat sebagai sekretaris Himpunan Mahasiswa Teknokimia Nuklir (HIMA TKN). Kemudian menjabat sebagai anggota PSDM Badan Eksekutif Mahasiswa STTN – BATAN pada tahun 2017 dan 2018. Ditahun 2018,  ia juga menjabat sebagai ketua UKM Bela Diri STTN - BATAN. Selain itu, ia juga aktif diberbagai kegiatan kepanitian dalam dan luar kampus seperti Pengabdian Masyarakat HIMA TKN (2016-2017) dan Pertemuan dan Presentasi Ilmiah HFI cabang Jateng-DIY XXXi dan Seminar Teknofisika Nuklir (2017).

 

Dibidang olah raga, khususnya Karate yang setiap tahunnya mengikuti kegiatan Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) dan berhasil memperolah mendali Perak pada cabang lomba Karate – Kumite 60 kg Putri yang dilaksanakan di STTN - BATAN tahun 2018 silam.

 

Bagi Ici untuk selalu mengembangkan diri dengan mengikuti banyak kegiatan bukan berarti harus mengesampingkan kuliah. Dalam belajar, penting  untuk mengenali metode belajar yang paling nyaman versi diri masing-masing. Setiap orang memiliki kemampuan multi tasking mengerjakan banyak hal dalam waktu yang berdekatan atau bersamaan. Terpenting adalah bagaimana memanajemen waktu dengan sebaik-baiknya sehingga selain tetap fokus belajar, kita juga dapat mengikuti kegiatan lain, mengerjakan hobi,dan main dengan teman.

 

Senantiasa mengembangan dan meningkatkan kemampuannya, pada bulan Juli-Agustus 2018 Ici dan 6 temannya terpilih sebagai mahasiswa Internship Programme kerja sama STTN - BATAN dengan Synchrotron Light Research Institute (SLRI) di Thailand. Selama disana, Ici berfokus pada instrumen X-ray Absorption Spectroscopy (XAS) yang mempelajari prinsip kerja synchrotron serta teknik dan aplikasi XAS. Selain fokus pada aplikasi dan analisis data menggunakan instrumen XAS, Ici juga bertemu dengan Scientist yang ahli di bidangnya. Hal ini membuatnya juga mempelajari bagaimana berkerja sama didalam tim, disiplin, profesional, serta motivasi dan saran untuk melakukan research.

 

Mengikuti kegiatan tersebut,  menjadikannya ingin berfokus pada bidang ilmu material. Tugas Akhirnya, ia mengambil judul bidang ilmu material yaitu fotokatalis. Pada analisis material yang dibuatnya, Ici menggunakan Small Angle X-ray Scattering di SLRI. Hal tersebut membuatnya kembali berangkat ke Thailand pada 19-25 Juli 2019 silam untuk melaksanakan riset dan penelitian bersama tim riset bimbingannya.

 

Setelah menyelesaikan pendidikannya di STTN,  Ici berharap dapat terus mengembangkan diri  dan bermanfaat bagi banyak orang dibidang apapun yang akan dikerjakan. (fh/dab)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies