Lahir dan Besar di Papua, Tak Menyurutkan Semangat Yudi untuk Kuliah di STTN


Kamis, 29 Agustus 2019 - 16:34:29 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 49 kali


(Yogyakarta, 29/08/19). Yudi Irwanto, putra kelahiran Merauke, Papua ini merupakan salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN –BATAN) yang telah diwisuda pada hari ini,  29 Agustus 2019. Wisudawan yang kerap dipanggil Yudi tersebut merupakan mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi (Elins) angkatan 2015. Suatu kebanggaan bagi Yudi karena merupakan satu-satunya wisudawan dari Papua pada tahun 2019, yang berasal dari SMA N 1 Kurik dengan menyandang predikat Cumlaude.

 

Yudi yang lahir di keluarga sederhana, merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Lahir dan besar di Papua, membuat Yudi awalnya tidak mendapatkan restu dari kedua orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di STTN-BATAN.  Orang tuanya masih memandang nuklir itu berbahaya. Pada akhirnya, Yudi berhasil meyakinkan kedua orang tuanya, dan memperoleh restu orang tuanya untuk merantau dan melanjutkan kuliah di STTN - BATAN.

 

“Tak perlu dengar kata mereka jika hal itu menjadikan surut langkahmu, teruslah maju”, seperti itulah motto hidup Yudi. Motto hidup tersebut, membuat Yudi terus belajar, mengembangkan soft skill dengan mengikuti berbagai kegiatan, seperti HIMA, UKM Robotika dan UKM Pers-Beta untuk mengasah bakatnya.

 

Mengikuti UKM Pers - Beta, banyak ilmu jurnalistik yang diperolehnya, mulai dari peliputan berita, penulisan karya tulis dan juga pembuatan artikel. Sedangkan pada UKM Robotika, banyak pengetahuan yang diperoleh di bidang robotika, mulai dari dasar-dasar elektonika, mendesain sebuah PCB, pemrograman, dan mekanik. Yudi juga pernah meraih penghargaan “best paper” pada lomba essay tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh KOMMUN pada tanggal 1 Desember 2018.

 

Otomasi industri merupakan konsentrasi studi yang diambil oleh Yudi saat kuliah di STTN. Melalui konsentrasi studi tersebut, Yudi berusaha memperdalam ilmunya dibidang instrumentasi, terkhusus DCS (Distributed Control System). Demi memperdalam ilmunya, Yudi akhirnya berhasil melaksanakan Kerja Praktik di PT. Yokogawa Indonesia selama 2 bulan. “Selama kerja praktik di PT. Yokogawa Indonesia, saya mempelajari ilmu terkait dengan DCS baik secara hardware maupun software,” jelasnya. Selain itu, Yudi juga mendapatkan banyak pengetahuan dibidang automation system seperti prinsip-prinsip kerja field instrument, pengkalibrasian transmitter, penggunaan P&ID (Piping & Instrumentation Diagram), pembuatan HMI (Human Machine Interface), dan pemrograman DCS menggunakan software dari Yokogawa yakni Centum VP. Bagi Yudi, bisa melaksanakan kerja praktik di PT. Yokogawa Indonesia adalah sebuah pengalaman berharga sebelum terjun di dunia kerja.

 

Otomasi sistem mixing tank pada mini plant STTN menggunakan DCS Centum VP merupakan judul Tugas Akhir Yudi. Disela-sela melaksanakan Tugas Akhir, Yudi juga mengemban amanah sebagai Asisten Dosen praktikum Teknik Kendali Terdistribusi selama 1 semester. Yudi berharap agar STTN dari tahun ke tahun dapat semakin baik lagi. “Saya sangat berterimakasih kepada seluruh civitas akademika STTN dan berharap STTN dapat semakin jaya serta semakin unggul ditingkat regional sebagaimana visi misi STTN,” jelas Yudi di akhir ceritanya. (yi/tek) 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies