STTN Mewisuda 118 Wisudawan Siap Kerja


Senin, 02 September 2019 - 10:35:24 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 148 kali


(Yogyakarta, 30/8/19). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) menyelenggarakan Wisuda Sarjana Sains Terapan pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 bertempat di gedung Auditorium STTN. Prosesi wisuda dilaksanakan dengan jumlah 118 wisudawan, yang terdiri dari 32 wisudawan program studi Teknokimia Nuklir, 42 wisudawan program studi Elektronika Instrumentasi dan 44 wisudawan berasal dari program studi Elektro Mekanika.

 

Lulusan dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi untuk program studi Teknokimia Nuklir diperoleh Cindy Anggrilita dengan IPK 3,87. Program studi Elektronika Instrumentasi diperoleh Vindha Lestari Septafiani dengan IPK 3,80, sedangkan untuk program studi Elektro Mekanika diperoleh Fatin Yuniarti dengan IPK 3,81. Secara keseluruhan predikat dengan pujian (cumlaude) diperoleh sebanyak 45 mahasiswa, yang terdiri dari 11 mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir, 20 mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi dan 14 mahasiswa program studi Elektro Mekanika. Pada wisuda kali ini, STTN juga melulusakan 10 wisudawan dari beasiswa Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

 

Edy Giri Rachman Putra, Ph. D selaku Ketua STTN menyampaikan bahwa wisudawan tahun 2019 ini sangat istimewa. Banyak dari wisudawan yang merupakan mahasiswa aktif berkegiatan selama menjadi mahasiswa STTN BATAN. “Dalam sejarah keikutsertaan STTN dalam Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) sejak  tahun 2008, tercatat wisudawan yang kali ini di wisuda, merupakan anggota kontingen dari STTN yang pernah menorehkan prestasi terbaiknya,” jelasnya. Medali Emas OPTK tahun 2016 cabang lomba Karya Tulis Ilmiah atas nama Mahda Maulana Birrwildan, Cindy Anggrilita dan Yusril Anwar. Medali Emas OPTK 2017 dan 2018 cabang Panjat Tebing atas nama Siti Nur Arifah. Medali Emas OPTK 2018 cabang Pencak Silat Tarung Putri kelas A atas nama Sonia Saraswati Meliastri, Medali Perak OPTK 2017 cabang Catur Putri atas nama Aziza Tandri dan Medali Perak OPTK 2018 cabang Karate Kumite Putri atas nama Friscilla Hermatasia.

 

Edy Giri juga menyampaikan bahwa tercatat 7 wisudawan tahun 2019 ini berkesempatan menjadi student internship program Synchrotron Light Research Institute (SLRI) – Thailand, yaitu Friscilla Hermatasia, Winahyu Saputri, Rizky Fajarudin, Enrico Febriardy Wilmanda, Frensi Anggaini, Fatin Yuniarti, Sophie Hapsari. Selain itu Cindy Anggrilita dan Nindia Putri juga tercatat mengikuti ASEAN Workshop on Small Angle X-Ray Scattering di SLRI Thailand. Dalam kesempatan lain, Cindy dan Friscilla Hermatasia juga berkesempatan untuk melaksanakan Tugas Akhir menggunakan Instrumen Small Angle X-Ray Scattering (SAXS) di SLRI Thailand. Safira Rachmadewi mengikuti Asia Youth Internasional Model United Nations 2018 di Thailand. Frensi Angraini mengikuti ASEAN Synchrotron Science Camp 2017 serta Muhammad Ramli Pratama mengikuti SLRI CERN ASEAN School di SLRI Thailand. Tercatat ada 12 wisudawan yang pernah mengikui kegiatan internship kegiatan workshop/training di Luar Negeri.

 

Lebih lanjut Edy Giri juga menjelaskan bahwa dalam bidang penguatan kelembagaan dan akademik, STTN terus menunjukkan kiprahnya sebagai perguruan tinggi vokasi kenukliran dalam rangka mengembangkan kurikulum teaching industry menuju terbentuknya Politeknik Nuklir di Indonesia pada tahun 2020 yang secara bertahap dilakukan, yaitu dengan memberikan tambahan sertifikasi kompetensi personil lulusan.

 

Selain memberikan fasilitas bagi mahasiswa untuk memperoleh sertifikasi Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR) bidang Industri tingkat 1, sejak tahun 2018 program studi Elektro Mekanika menambahkan fasilitas sertifikasi berupa Serifikasi Lisensi Ultarsonic level-2 (UT-L2) dan sertifikasi Operator Radiografi (OR). Demikian juga dengan program studi Elektronika Instrumentasi yang mulai tahun 2019 ini, khususnya untuk mahasiswa dengan minat studi instrumentasi medik di tambahkan sertifikasinya berupa SIB Medik Tingkat II. Direncanakan pada awal tahun 2020, program studi Teknokimia Nuklir juga akan menambahkan fasilitas sertifikasi bagi mahasiswa berupa sertifikasi Petugas Iradiator.

 

Sebagai perguruan tinggi penyedia SDM nuklir, Edy juga menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas lulusannya untuk menjawab berbagai tuntutan terhadap kebutuhan SDM nuklir yang memiliki keahlian dan pengalaman yang dapat diandalkan. Upaya peningkatan kualitas tersebut dapat dilihat dari status STTN sebelumnya. Jika pada awalnya STTN baru memiliki akreditasi program studi (3 program studi semuanya B), sejak akhir 2018 STTN juga telah terakreditasi dari BAN PT dengan peringkat B untuk akreditasi Institusi.  

 

Tuntutan untuk menjadi lulusan yang berkualitas, tuntutan menjadi perguruan tinggi yang bermutu tinggi, tuntutan tersedianya tenaga kerja yang memiliki pengalaman, dan tuntutan lainnya semakin tinggi karena kompetisi sebuah negara untuk dapat bersaing dengan negara lain juga semakin tinggi untuk menjadi sebuah negara maju dalam mensejahterakan masyarakatnya. “Wisuda ini bukanlah akhir atau tujuan dari proses belajar mahasiswa di STTN, tetapi merupakan langkah awal untuk terus belajar, berproses, berkembang dan berkompetisi dengan baik,” ungkap Edy. Edy juga berpesan, bahwa dalam menghadapi persaingan dibutuhkan kreativitas, inovasi, kecepatan serta menciptakan strategi dan cara baru. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies