Kepala BATAN: Saya optimis, lulusan STTN adalah SDM tangguh yang tidak takut berkompetisi


Senin, 02 September 2019 - 11:23:31 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 28 kali


(Yogyakarta, 30/8/19). Lulusan merupakan salah satu perwujudan bentuk tanggung jawab Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kepada bangsa dan negara Indonesia dalam mengembangkan iptek dan SDM nuklir sekaligus merupakan wujud karya utama Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN – BATAN), demikian disampaikan Prof. Dr. Anhar Riza Antariksawan selaku Kepala BATAN di awal sambutannya pada prosesi Wisuda Sarjana Sains Terapan STTN, Kamis 29 Agustus 2019, di Auditorium STTN.

 

Prosesi wisuda yang dilaksanakan dengan jumlah 118 wisudawan tersebut telah meluluskan 32 wisudawan program studi Teknokimia Nuklir, 42 wisudawan program studi Elektronika Instrumentasi, dan 44 wisudawan berasal dari program studi Elektro Mekanika. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi diperoleh Cindy Anggrilita dengan IPK 3,87 dari program studi Teknokimia Nuklir.

 

Anhar menyampaikan bahwa penyelenggaraan wisuda ini merupakan kegiatan yang menjadi tanda perubahan status wisudawan. “Hari ini bukan akhir segalanya, justru hari ini adalah hari perubahan status kalian menjadi Sarjana Sains Terapan dalam bidang iptek nuklir. Hal itu berarti, mulai besuk kalian akan hidup di ruangan yang lebih luas, tantangan lebih besar. Saudara tidak hanya memikul tanggung jawab akademik saja, tetapi juga tanggung jawab sosial dan moral,” jelasnya.

 

Anhar mengutip pidato kenegaraan Presiden RI yang disampaikan pada 16 Agustus 2019, yang menyampaikan bahwa persaingan dunia yang semakin ketat dan disrupsi di berbagai bidang, membutuhkan kualitas SDM yang tepat. Indonesia membutuhkan SDM yang berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat. Indonesia membutuhkan SDM yang menguasai keterampilan dan menguasai ilmu pengetahuan masa kini dan masa depan. Hal tersebut berarti apa yang wisudawan peroleh selama menjadi mahasiswa, dapat dijadikan sebagai modal untuk berkembang lebih cepat di dunia kerja, karena saat ini dunia persaingan semakin ketat dan perubahan juga semakin cepat. “Saya optimis, lulusan STTN adalah SDM tangguh, kompetitif dan mampu berkembang. Menyandang gelar Sarjana Sains Terapan akan dapat tidak hanya mengisi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menjadikan bangsa Indonesia bangsa yang maju,” ungkap Anhar. Anhar kemudian memberikan beberapa contoh kisah yang menggambarkan bahwa lulusan STTN mampu berkompetisi dengan lainnya berdasarkan pengalaman yang dialaminya sendiri.

 

Anhar juga menambahkan bahwa selain SDM yang berbudi pekerti luhur dan berkarakter kuat, dalam menghadapi persaingan dunia, diperlukan juga integritas, kecerdasan akademik, moral serta kecerdasan sosial. Tidak hanya cukup dengan bekal hardskill, tetapi perlu juga diselaraskan dengan bekal softskill. Iptek nuklir tidak hanya dapat diselesaikan hanya dengan kemampuan hardskill, tetapi kemampuan softskill seperti cara berkomunikasi, bagaimana menyampaikan kepada masyarakat, komunikasi yang lebih general, sesuai dengan kultural masyarakat yang kita hadapi sangat penting.

 

Sejauh ini, STTN terus meningkatkan kualitas pengajaran dan ekosistem kampus yang memfasilitasi lahirnya SDM seperti yang dibutuhkan serta memiliki wawasan kebangsaan. STTN secara bertahap dan berkelanjutan terus berupaya melengkapi berbagai sarana dan prasarana dengan membangun asrama mahasiswa, laboratorium iradiasi, laboratorium radiografi industri maupun medik, bengkel mekanik serta perpustakaan yang lebih memadai. Selain itu, STTN juga meningkatkan jenjang pendidikan dosen yang diperoleh dari dalam dan luar negeri, meningkatkan keahlian dosen dan tenaga kependidikan dengan berbagai pelatihan di dalam dan luar negeri, serta mengembangkan kurikulum pendidikan karakter dan bela negara. STTN akan menyiapkan secara lebih baik lulusannya untuk dunia industri melalui program teaching industry/teaching laboratory, yang diharapkan mahasiswa STTN akan memiliki keahlian yag diakui melalui program sertifikasi dan dapat mengenal lebih baik bagaimana belerja di industri nantinya.

 

Sebagai penutup, Anhar berpesan kepada mahasiswa baru untuk dapat menikmati masa-masa menjadi mahasiswa dengan sebaik-baiknya. Belajar untuk hidup, belajar di bangku kuliah dan belajar hidup bersosialisasi serta berjejaring. Mengembangkan keahlian lain juga sangat diperlukan sebagai bekal menghadapi dunia nyata. (tek)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies