Deputi PKN BAPETEN: 92% Peserta Sertifikasi SIB PPR dari STTN BATAN Lulus


Rabu, 04 September 2019 - 11:10:43 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 59 kali


(Yogyakarta, 1/9/19). Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Nuklir (PKN) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Dr. Yus Rusdian Akhmad, M. Eng menghadiri acara Wisuda Sarjana Sains Terapan tahun 2019 Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) yang dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Agustus 2019 lalu.

 

Dalam sambutannya, Yus Rusdian menyampaikan bahwa BAPETEN sebagai lembaga pengawas ketenaganukliran sangat berharap kepada wisudawan untuk turut serta dalam misi BAPETEN, yaitu perlindungan pekerja, masyarakat dan lingkungan dari penggunaan tenaga nukir.

 

Pada tahun 2019 ini, dari 118 mahasiswa STTN BATAN yang pada tanggal 29 Agustus 2019 mengikuti wisuda, sebanyak 97 wisudawan pada tanggal 6 Agustus 2019 telah mengikuti ujian sertifikasi untuk memperoleh Surat Izin Bekerja Petugas Proteksi Radiasi (SIB PPR) Industri tingkat 1 yang dilaksanakan oleh BAPETEN. Hasil dari sertifikasi SIB PPR tersebut, dinyatakan bahwa sebanyak 89 peserta atau sekitar 92% dinyatakan lulus. Prosentase tersebut jauh lebih tinggi dari tahun 2017, yaitu sekitar 88%.

 

“Arti penting SIB PPR yang telah diperoleh untuk pertanggungjawaban kegiatan pemanfataan nuklir adalah sangat vital. Oleh karena itu, kami berharap amanah ini selain dijaga kepercayaannya juga untuk meningkatkan akses ke manajemen lebih tinggi melalui pemenuhan persyaratan bekerja dengan radiasi oleh sistem manajemennya,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Yus Rusdian menjelaskan bahwa prinsip proteksi radiasi, yaitu justifikasi, optimasasi, dan limitasi. Prinsip limitasi, harus dijadikan bekal dalam mensukseskan pekerjaan. Optimalisasi yaitu mengotimalkan situasi artinya penyelesaian terhadap adanya masalah tarik menarik kepentingan yang berlawanan sampai para pihak dapat menerimanya. Memerankan diri sebagai pemelihara keadilan dan pertanggungjawaban, semestinya wisudawan/wisudawati kelak mendapati posisi penting di tempat bekerja. “Jadilah pribadi yang dapat dipercaya dan menyenangkan dalam suatu tim bekerja.  Janganlah anda merendahkan diri sendiri dan jangan pula memposisikan berlebihan sehingga merintangi kesuksesan karirnya,” lanjutnya.

 

Yus Rusdian juga mengungkapkan bahwa apabila kelak ditempat bekerja jenis kegiatannya menuntut inovasi teknologi nuklir, maka prinsip proteksi radiasi lainnya yaitu justifikasi mejadi relevan dalam mengajukan penerapan suatu produk teknologi nuklir ke BAPETEN untuk penilaian bahwa manfaatnya melebihi resiko. Dalam hal ini, harus disadari bahwa manfaat – resiko ditinjau tidak hanya bagi pihak pengusul teknologi nuklir, tetapi mencakup segenap kepentingan nasional.

 

“Pesan kami terus pelajari dan perdalam materi yang telah diberikan dari STTN melalui pengalaman dan jejaring kerja sehingga pada gilirannya turut memajukan ilmu dan lingkungan bekerja anda,” tutupnya. (tek)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies