Menambah Wawasan Nuklir, Maba STTN Ikuti Nuclear Youth Summit


Kamis, 12 September 2019 - 14:04:46 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 60 kali


(Yogyakarta, 11/9/19). Iptek nuklir, bagi sebagian orang masih menjadi momok yang mengerikan. Anggapan nuklir identik dengan bom dan mandul, masih melekat dalam benak sebagian orang. Disisi lain, pemanfaatan aplikasi iptek nuklir di dunia semakin banyak dirasakan, baik dalam segi pangan, kesehatan, pengawetan makanan dan lainnya. Oleh karena itu, pengembangan teknologi ini perlu didampingi dengan penerimaan publik untuk mengoptimalkan kebijakan pembangunan nasional. Diperlukan upaya untuk mengajak dan mengedukasi khususnya generasi muda mengenai perkembangan teknologi nuklir, tidak hanya untuk melanjutkan estafet penelitian antar generasi namun mengoptimalkan energi muda dalam menghadirkan manfaat nuklir ketengah masyarakat.

 

Hal tersebut menjadi salah satu maksud dan tujuan dilaksanakannya Nuclear Youth Summit (NYS) pada hari Sabtu, 7 September 2019. Kegiatan yang menjadi bagian dari Indonesia Nuclear Expo 2019 tersebut terbuka umum, tidak terkecuali bagi mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN). Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta tersebut merupakan pertemuan bagi para pemuda penggiat nuklir untuk membahas dan melahirkan inovasi nuklir, baik untuk riset maupun pengenalan nuklir ke masyarakat. Tahun ini merupakan tahun kelima penyelenggaraan.

 

Muh Suhalmin Sriwa, salah satu peserta NYS yang merupakan mahasiswa baru STTN BATAN tahun akademik 2019/2020 asal Jeneponto, Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa  kegiatan NYS ini adalah kegiatan pertama baginya. Banyak pengalaman yang diperolehnya. “Luar biasa.  Disini kita bisa mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai pemanfaatan nuklir yang sebenarnya di berbagai bidang. Tidak akan menyesal telah mengikuti NYS,” jelasnya. Suhalwin juga berharap kegiatan semacam ini terus diadakan, sehingga pengetahuan dan edukasi tentang nuklir semakin meluas.

 

NYS dibuka oleh Kepala BATAN, Prof. Dr. Anhar Riza Antariksawan, dan untuk selanjutnya peserta mengikuti plenary lecture yang menghadirkan Prof. Dong Soo Lee, MD, Ph.D (Seoul National University College of Medicine), Prof. Philip K. Hopke, Ph.D (Profesor on Civil and Environmental Engineering, Clarkson University). Sambutan kegiatan disampaikan oleh Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M. Eng mewakili Kementerian Ristekdikti Republik Indonesia. Pada sesi berikutnya wawasan tambahan dihadirkan pembicara yaitu Prof. Dr. Djarot S. Wisnubroto dari BATAN dan Eka Anzihory dari kitabisa.com.

 

Aplikasi iptek nuklir untuk tujuan kesejahteraan selayaknya dikembangkan dalam pemahaman yang penuh inspirasi bagi pemuda Indonesia. berisi materi mengenai perkembangan teknologi nuklir yang akan dibawakan oleh peneliti ahli dan pakar kebijakan nuklir, serta peran generasi muda dalam mengoptimalkan sumber daya Indonesia yang akan disampaikan oleh tokoh kepemudaan nasional. Pemuda dan kemajuan teknologi suatu bangsa merupakan fungsi dwi-tunggal, Reaktor riset di Yogyakarta adalah salah satu buktinya. (rtm/tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies