STTN Selenggarakan Pelatihan Penyegaran ISO 9001 : 2015


Senin, 23 September 2019 - 15:29:06 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 43 kali


(Yogyakarta, 20/9/19). Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki peran penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) menyelenggarakan penyegaran ISO 9001:2015 tentang penjaminan mutu pada hari Jum’at, 20 September 2019 di STTN bersama Qyusi Consulting. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka perbaikan pengelolaan penjaminan mutu pelayanan STTN dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan tim terkait standar mutu.

 

Ir. Noor Anis Kundari, MT selaku plh. Ketua STTN dalam sambutannya mengharapkan agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh peserta. “Pemahaman anggota tim jaminan mutu STTN terkait dengan penjaminan mutu perlu disegarkan kembali. Kami berharap kegiatan ini diikuti dengan maksimal, sehingga pada saat diterapkan sudah ada kesepahaman,” jelasnya.

 

Eko Budi Setiono selaku nara sumber dari Qyusi Consulting dalam pemaparannya menyampaikan bahwa prinsip manajemen mutu adalah: fokus pada pelanggan, kepemimpinan, pelibatan orang, pendekatan proses, peningkatan, bukti berdasarkan keputusan yang dibuat serta manajemen relasi.

 

Banyak organisasi yang berfokus membuat berbagai dokumen yang dianggap berkaitan dengan Sistem Manajemen Mutu. “Padahal seringkali dokumen yang dibuat ternyata tidak masuk dalam persyaratan yang ditetapkan dalam ISO 9001:2015,” ungkapnya. Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa kunci manajemen berdasarkan ISO 9001:2015 adalah sistem dan SDM yang berjalan secara seimbang. Diperlukan proses, prosedur dan catatan terdokumentasi dalam penerapan ISO 9001:2015. “Proses lebih penting dari prosedur. Jika kita bekerja tidak sesuai dengan prosedur, lihat dulu konteksnya. Tidak semua kegiatan / SDM yang menabrak prosedur itu salah, asal tetap memenuhi kualitas mutu dan kepuasan pelanggan” terangnya lagi.

 

Sebuah organisasi yang menerapkan sistem penjaminan mutu, diharapkan akan memiliki output yang sama. “Mutu itu tidak hanya mengedepankan hasil saja, tetapi proses juga harus diperhatikan,” ungkapnya lebih lanjut. Banyak dari kita terbiasa dengan rutinitas dan masuk zona nyaman. Hal ini menjadikan mutu tidak berjalan, sistem organisasi tidak dapat berjalan secara efektif.

 

ISO 9001:2015 merupakan standar yang menerapkan pendekatan proses, yang menggabungkan siklus rencana-lakukan-periksa-tindaki (PDCA) serta pemikiran berbasis resiko. Pendekatan proses membantu organisasi untuk merencanakan proses dan interaksinya. Siklus PDCA membantu organisasi untuk memastikan bahwa proses yang dikelola dengan sumber daya yang memadai, peluang untuk peningkatan ditentukan dan dilaksanakan. Pemikiran berbasis resiko membantu organisasi untuk menentukan faktor yang dapat menyebabkan proses dan sistem manajemen mutunya menyimpang dari hasil yang direncanakan, menempatkan pengendalian pencegahan untuk mengurangi dampak negatif dan memastikan penggunaan peluang yang timbul. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies