Dua Mahasiswa STTN Hadiri General Conference IAEA di Austria


Jumat, 27 September 2019 - 11:02:42 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 139 kali


(Yogyakarta, 25/9/19). Ada kebanggaan serta rasa antusias yang tinggi dari dua mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) Yogyakarta, Andicho Haryus Wirasapta (program studi Elektronika Instrumentasi, Elins-18 ekstensi) dan Fazlur Ansyari (program studi Teknokimia Nuklir, TKN-16) dalam mengikuti kegiatan General Conference (GC), International Atomic Energy Agency (IAEA) ke-63 di Wina, Austria, mulai tanggal 16 sampai dengan 20 September 2019. Untuk pertama kalinya mahasiswa STTN BATAN, hadir di markas besar United Nation (UN) yang berpusat di Wina, Austria.

 

Kedua mahasiswa tersebut terpilih dari 8 mahasiswa yang berpartisipasi dalam program “STTN’s Student goes to IAEA” setelah melalui seleksi panjang yang dilakukan oleh pihak kampus, mulai dari menyajikan video singkat profil masing-masing peserta dalam bahasa Inggris serta implementasi iptek nuklir yang diungguh ke youtube hingga proses presentasi oral dan wawancara dihadapan perwakilan pihak-pihak terkait antara lain pimpinan, dosen, kehumasan STTN, bidang Reaktor Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA) BATAN, serta dari Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK) BATAN. Proses seleksi yang mulai dilakukan setelah ujian akhir semester genap 2018/2019 serta menjelang persiapan untuk melakukan Kerja Praktik (KP) bagi mahasiswa semester-6, tentunya memberikan pressure tersendiri bagi peserta.

 

General Conference IAEA yang diselenggarakan setiap tahun ini terdiri dari General Assembly, Scientific Forum, Side Event dan juga Exhibition (Pameran), merupakan kegiatan penting bagi IAEA karena ribuan orang sebagai perwakilan masing-masing negara hadir dalam GC ini yang memberikan kesempatan kepada negara-nengara anggota untuk menunjukkan capaian perkembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di negaranya masing-masing.

 

Dalam kesempatan GC tahun ini, BATAN menampilkan tema Nuclear Capacity Building (NuCaB), yaitu membangun SDM nuklir melalui pendidikan dan pelatihan iptek nuklir. Atas dasar inilah, maka perlu dilakukan proses seleksi yang cukup komprehensif, tidak hanya pada kemampuan akademis, teknis dan bahasa, namun juga karakter mahasiswa yang akan berpartisipasi dalam event GC tersebut, lebih lagi BATAN menampilkan hasil inovasinya terkait dengan Internet Reactor Laboratory (IRL) menggunakan reaktor Kartini yang ada di BATAN Yogyakarta.

 

IRL Kartini merupakan sebuah inovasi dari komitmen BATAN khususnya dan pemerintah Indonesia pada umumnya dalam memajukan edukasi iptek nuklir kepada generasi mudanya dengan bantuan teknis dari IAEA. Metode distance learning dimana aktivitas reaktor riset Kartini di Yogyakarta dapat dipantau secara live melalui jaringan internet dari IAEA di Wina, Austria. Inovasi IRL ini sangat diapresiasi oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir sebagai Ketua Delegasi RI untuk GC IAEA ke-63 ini dan dinyatakan secara resmi dalam pidatonya di General Assembly GC IAEA, pada hari Senin tanggal 16 September 2019.

 

Kehadiran mahasiswa STTN BATAN juga diapresiasi dan disambut hangat saat membuka pameran delegasi Indonesia di GC IAEA oleh Director IAEA Technical Cooperation for Asia-Pacific, Jane Gerardo-Abaya yang beberapa kali telah datang ke STTN BATAN di Yogyakarta. Beliau sangat dekat dan terkesan dengan mahasiswa STTN yang ramah, pintar dan ringan tangan untuk membantu peserta dan pelaksanaan beberapa kegiatan IAEA yang diselenggarakan di STTN dalam beberapa tahun terakhir. Apresiasi juga disampaikan kepada STTN BATAN yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk dapat berkontribusi nyata dalam semua kegiatan IAEA, sebagai bentuk transfer knowledge, experience serta networking kepada generasi muda yang kelak akan menjadi profesional di bidang iptek nuklir.

 

Pengalaman mengikuti GC IAEA juga diungkapkan secara langsung oleh Fazlur Ansyari, bahwa mengikuti General Conference merupakan kesempatan yang sangat berharga karena dapat melihat semua perkembangan iptek nuklir yang ada di dunia bahkan langsung dijelaskan oleh delegasi setiap negara, meningkatkan wawasan mengenai implementasi nuklir di dunia. “Kegiatan ini meningkatkan motivasi saya untuk terus belajar hingga mendapatkan kesempatan untuk go Internasional berbicara mengenai iptek nuklir,” jelasnya. Lebih lanjut Ansyari menjelaskan bahwa perkembangan iptek nuklir di Indonesia sudah maju, sehingga seharusnya kita mampu lebih berkontribusi pada dunia untuk menyebarkan keilmuan ini, terlihat jelas dari antusias berbagai delegasi setiap negara yang berkunjungan ke stand pameran Indonesia terutama yang berasal dari benua Afrika maupun Asia.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Andicho Haryus Wirasapta. GC IAEA menjadi pengalaman yang sangat membanggakan sekaligus dapat menjadi bagian dari delegasi Indonesia. “Melihat secara langsung dan bercengkrama dengan para expert,scientisttentang pemanfaatan iptek nuklir terbaru yang ada di dunia semakin membuka pemikiran dan wawasan saya ke depan terkait dengan implementasi iptek nuklir,” imbuhnya. Hal inilah yang memotivasi Andicho untuk terus giat belajar sehingga mampu bersaing ke tingkatan yang lebih jauh lagi di kancah Internasional dan Indonesia diakui oleh dunia di bidang ketenaganukliran. Andicho menyadari bahwa pemanfaatan iptek nuklir di Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain, salah satunya adalah pemanfaatan IRL Reaktor Kartini yang merupakan inovasi dalam metode pembelajaran nuklir jarak jauh berbasis internet yang saya yakini akan mendunia. “Oleh sebab itu, sebagai nuclear generation kita harus semakin berperan aktif dan berkomitmen dalam mengembangkan iptek nuklir di Indonesia,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan GC tersebut, dari STTN BATAN juga hadir Ketua STTN BATAN, Edy Giri Rachman Putra serta Adi Abimanyu, dosen program studi Elektro Mekanika beserta Umar Sahiful Hidayat, dari bidang Reaktor PSTA BATAN Yogyakarta. Semuanya berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan General Conference IAEA dan menjadi sebuah pencapaian bagi STTN khususnya dalam menghadirkan mahasiswanya. Semoga ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa STTN untuk go internasional dan akan lebih banyak berkontribusi di IAEA (egp/abm/ahw/fa). 

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies