Tim LKTI STTN Juara Best Presentation dan Best Prototype di Lomba REACTION ITS 2019


Selasa, 01 Oktober 2019 - 16:08:22 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 3012 kali


(Yogyakarta, 1/10/19). Tim Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) yang beranggotakan Jasmine (Elektro Mekanika 2018), Naufal (Elektronika Instrumentasi 2018), dan Samuel (Teknokimia Nuklir 2018) berhasil menjadi juara Best Presentation dan Best Prototype pada lomba Research of Applied Chemistry (REACTION) 2019 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Kegiatan yang merupakan bagian dari event Chemistry Week tersebut diselenggarakan pada tanggal 27 dan 28 September 2019. Tahun ini, REACTION mengusung tema “The application of chemistry by making an eco-friendly technology to face the industrial revolution 4.0”.

 

Perjuangan tim LKTI STTN dimulai dengan cara mengirimkan abstrak, dilanjutkan dengan seleksi full paper oleh panitia. Ratusan tim dari berbagai perguruan tinggi mengikuti proses seleksi tersebut, hingga akhirnya terpilih 10 tim terbaik di babak final, yang mana salah satunya adalah tim LKTI dari STTN. Pada babak final, tim LKTI STTN bersaing dengan Universitas ternama di Indonesia, diantaranya seperti tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (Unbraw), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan juga ITS.

“Saat pengumuman finalis, ada nama tim kami. Rasanya tidak percaya jika kami bisa masuk sampai babak final. Kami masih dalam tahap belajar menulis yang baik dan benar seperti apa,” ucap Jasmine sebagai ketua tim LKTI STTN. Tim STTN yang dibimbing oleh Andri Saputra, M.Eng selaku Dosen program studi Teknokimia Nuklir tersebut mengusung penelitian tentang Penerapan Gamma Rays Irradiation (GRI) sebagai Metode Penurunan Kadar Toksisitas Limbah Pewarna Batik (Naphtol As-D) di Desa Giriloyo, Yogyakarta.

 

“Banyak hal yang kami persiapkan untuk bertempur di babak final, mulai dari menyiapkan poster, materi presentasi dan animasinya, hingga membuat prototype alatnya. Butuh waktu sekitar 2 minggu untuk tim kami menyiapkan itu semua. Berlatih presentasi kami lakukan tiap sore selepas jam kuliah” tambah anggota tim LKTI STTN, Samuel.

 

Pepatah yang menyebutkan usaha tidak pernah mengkhianati hasil ternyata benar adanya. Tim LKTI STTN berhasil menyabet dua gelar sekaligus, yakni sebagai Best Presentation dan Best Prototype dan berhasil menyisihkan tim lainnya. “Kegiatan ini memiliki arti penting bagi kami. Selain berkompetisi, ada banyak ilmu yang diperoleh dari melihat hasil penelitian kampus lainnya. Selain itu, juga membuka wawasan kami untuk mengembangkan bakat penelitian kami” tambah Jasmine.

 

Ada banyak kegiatan yang disuguhkan panitia acara REACTION selain lomba LKTI, yakni mengunjungi tempat wisata di Surabaya, seperti Museum Surabaya, Sentra Ikan Bulak, Jembatan Suraboyo, dan Taman Surabaya. (as/tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies