Siswa SMA N 1 Muntilan Belajar Nuklir melalui Kunjungan


Rabu, 16 Oktober 2019 - 16:04:22 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 34 kali


(Yogyakarta, 15/10/19). “Apa itu nuklir?,” tanya Lutfi Aditya Hasnowo, M. Sc kepada sekitar 108 siswa kelas XI SMA N 1 Muntilan yang sedang berkunjung ke Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN), Senin 14 Oktober 2019. Secara serempak mereka menjawab dengan satu kata, yaitu bom. Masyarakat masih menganggap bahwa nuklir itu identik dengan bom. Lutfi menjelaskan bahwa pandangan masyarakat tentang nuklir adalah bom, tidak bisa dipungkiri. Menurutnya, nuklir memperkenalkan diri di dunia melalui bom. Namun, pada kenyataannya, nuklir tidak terkait dengan bom. Banyak manfaat dari zat radioaktif (nuklir) dalam kehidupan. Beberapa buah-buahan yang sering kita konsumsi, juga mengandung zat radioaktif yang menyehatkan bagi tubuh. Selain itu, dalam bidang kesehatan, pertanian dan juga energi, nuklir juga memiliki banyak manfaat untuk kesejahteraan masyarakat.

 

Selain menjelaskan tentang manfaat nuklir, Lutfi juga menjelaskan tentang resiko nuklir, yang mana resiko tersebut dapat diminimalisir dengan cara pengendalian serta pemanfaatannya secara benar. “Semua hal tentu memiliki resiko disamping kemanfaatannya. Namun, selama kita menggunakannya sesuai dengan aturan dan dikendalikan dengan baik, resiko dapat diminimalisir,” ungkap Lutfi. Pada akhir pemaparan materi, Lutfi kembali bertanya kepada siswa terkait pandangannya tentang nuklir, yang dijawab bahwa nuklir untuk kesejahteraan.

 

Sementara itu, Rita Tyas Mulatsih, MH selaku Kepala Subbagian Perencanaan dan Kerjasama STTN menyampaikan bahwa untuk mengetahui informasi tentang STTN dan iptek nuklir dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah melakukan kunjungan dan juga melalui media sosial. “Silahkan akses STTN melalui media sosial. Melalui media tersebut, masyarakat dapat mengetahui informasi dan kegiatan yang ada di STTN. Jika masyarakat ingin mengetahui lebih lanjut tentang STTN, bisa disampaikan pertanyaannya melalui media sosial juga, dan InshaaAllah akan kami respon” jelasnya. Lebih lanjut, dalam pemaparannya Rita Tyas menjelaskan tentang profil STTN, seperti jurusan, program studi, biaya pendidikan sampai dengan peluang kerja alumni STTN.

 

Endarmiyati, S. Pd selaku perwakilan guru pendamping SMA N 1 Muntilan menyampaikan bahwa Outdoor Project Based Learning / OdPBL merupakan kegiatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik tentang materi yang diajarkan di dalam kelas dengan melakukan pengamatan secara langsung. “Banyak siswa yang masih awam mengetahui apa itu STTN dan iptek nuklir. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami, sehingga siswa kami dapat lebih mengetahui secara langsung tentang apa itu STTN dan apa itu nuklir,” jelas Endarmiyati. Endar menambahkan, merupakan sebuah kebanggaan saat mengetahui salah satu alumni SMA N 1 Muntilan menjadi dosen di STTN, yaitu Lutfi Aditya. Selain itu, ada juga alumni SMA N 1 Muntilan yang melanjutkan pendidikan tingginya di STTN. Sehingga, harapannya dengan melihat dan mendengarkan secara langsung tentang STTN dan juga kesuksesan alumninya, akan semakin banyak siswa yang tertarik untuk masuk ke STTN. (tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies