Peringati Hari Batik, Mahasiswa STTN Kenakan Batik Selama Bulan Oktober


Selasa, 29 Oktober 2019 - 12:54:18 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 50 kali


(Yogyakarta, 25/10/19). Dalam rangka memperingati hari Batik Nasional pada tahun 2019, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) kembali memberikan himbauan kepada mahasiswa selama bulan Oktober untuk mengenakan baju batik. Menjadi pemandangan serta suasana yang berbeda tatkala melihat mahasiswa yang biasanya setiap melaksanakan perkuliahan mengenakan seragam biru, selama bulan Oktober 2019 setiap hari Jum’at mereka mengenakan atasan baju batik.

 

Ilhami Ariyanti, mahasiswa program studi Teknokimia Nuklir menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, salah satunya adalah batik. Batik adalah warisan budaya yang harus dilestarikan. Seiring dengan penetapan batik dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) pada 2 Oktober 2009, batik Indonesia semakin memiliki daya tarik di tingkat internasional. “Batik merupakan warisan budaya yang perlu dilesatrikan. Saat ini semakin banyak pemanfaatan batik yang dikombinasi dengan lainnya, sehingga menciptakan keberagaman yang semakin indah dan menarik khususnya anak muda,” jelasnya.  Lebih lanjut Ami menyampaikan bahwa pandangan orang bahwa batik adalah pakaian mewah dan resmi, yang hanya pantas bila dikenakan pada kesempatan tertentu sudah semakin bergeser. Kesadaran penggunaan batik menjadi hal yang patut ditanamkan, khususnya kepada generasi muda. Kesadaran ini perlu dibangun atas rasa bangga sebagai bangsa yang memiliki budaya yang kaya.

 

Bagi Ami, pemakaian baju batik setiap hari jumat di bulan Oktober yang diterapkan STTN jelas memberikan kesan dan suasana yang berbeda. Mahasiswa terlihat lebih fresh serta membuat keindahan tersendiri ketika dipandang, yang biasanya monoton dengan warna  biru, sekarang pada hari jumat terlihat lebih beragam.

 

Imam Riyadi, Mahasiswa program studi Elektronika Instrumentasi juga menyampaikan bahwa peringatan hari batik tidak hanya berdampak sebagai trending topik twitter dan beberapa media sosial, tetapi juga memberi suasana yang berbeda, khususnya bagi mahasiswa STTN. Mengenakan baju batik setiap hari Jum’at selama bulan Oktober memberikan suasana berbeda. “Suasana kampus menjadi lebih berwarna, dengan berbagai motif batik khas dari banyak daerah, sehingga secara tidak langsung, kita juga melestarikan budaya batik. Mengenakan beragam motif batik berarti kita juga dapat mengenal motif daerah yang belum banyak di ketahui,” ujar Imam. (tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies