Belajar Pemanfaatan Iradiator dalam Bidang Pertanian, Politeknik Banjarnegara ke STTN


Jumat, 01 November 2019 - 13:36:12 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 88 kali


(Yogyakarta, 30/10/19). Bertujuan untuk belajar dan mengetahui pemanfaatan teknologi nuklir khususnya pemanfaatan iradiator dalam bidang pertanian, sejumlah 25 mahasiswa bersama beberapa dosen pendamping dari program studi D3 Agroteknologi Politeknik Banjarnegara melaksanakan kunjungan ke Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN). Kunjungan dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Oktober 2019 dan diterima oleh kepala laboratorium Iradiator, Sugili Putra, ST, M. Sc di salah satu ruang rapat STTN.

 

Ir. Sapto Wibowo, MP selaku pembantu direktur bidang akademik Politeknik Banjarnegara menyampaikan bahwa kunjungan ini dalam rangka sharing serta menimba ilmu teknologi nuklir. “Jika selama ini kita mengetahui nuklir itu identik dengan bom, melalui kunjungan ini diharapkan wawasan mahasiswa khususnya terkait pemanfaatan nuklir dalam bidang pertanian semakin berkembang,” jelasnya. Sapto juga menambahkan bahwa selama ini pemanfaatan teknologi nuklir belum dikembangkan di dalam pembelajaran di program studi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara. “Semoga ke depannya program studi agroteknologi dapat melaksanakan kerja sama dengan STTN dalam pemanfaatan teknologi nuklir khususnya bidang pertanian,” tutup Sapto.

 

Sementara itu, Sugili Putra dalam pemaparan materinya menyampaikan bahwa pemanfaatan iradiasi dalam bidang pertanian antara lain untuk pemuliaan tanaman, teknik serangga mandul, serta pengawetan makanan. “Salah satu cara yang sering digunakan untuk pengawetan makanan adalah menggunakan bahan pengawet. Hal itu berarti memasukkan bahan pengawet ke dalam tubuh kita. Jika dikonsumsi dalam waktu lama, maka akan terakumulasi dalam jaringan tertentu, sehingga dapat muncul berbagai penyakit dalam tubuh, salah satunya kanker,” jelasnya. Hal tersebut akan berbeda dengan hasil makanan yang diawetkan dengan proses iradiasi yang memiliki keunggulan, yaitu tahan hingga orde tahun, rasa tidak berubah, nilai gizi tetap dan tidak menyebabkan penyakit. Lebih lanjut Sugili menjelaskan tentang cara mengiradiasi makanan dengan menggunakan Iradiator, yaitu makanan yang sudah dimasak, dibungkus rapi, kedap udara, kemudian makanan dimasukkan iradiator sampai dosis tertentu, dimana bakteri pembusuknya akan mati, maka makanan akan awet. Makanan yang telah diiradiasi juga memiliki keuntungan yaitu meningkatkan nilai ekonomis makanan.

 

Sebagai akhir kunjungan, mahasiswa di ajak mengunjungi laboratorium Iradiator untuk melihat secara langsung pemanfaatan Iradiator di STTN. Sugili juga dengan tangan terbuka mengajak mahasiswa dan dosen Politeknik Banjarnegara untuk bisa memanfaatkan semaksimal mungkin Iradiator di STTN untuk melakukan penelitian bersama. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies