Kawasan Nuklir Yogyakarta Laksanakan Gladi Lapang Kedaruratan


Kamis, 14 November 2019 - 09:16:29 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 78 kali


(Yogyakarta, 12/11/19). Sekitar pukul 09.00 pagi hari Kamis, 7 November 2019, ditengah perkuliahan berlangsung terdengar bunyi sirine tanda darurat di kampus STTN. Tak lama kemudian terdengar instruksi melalui paging, “Telah terjadi kebakaran di Gedung Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) Lantai 3. Seluruh karyawan dan mahasiswa STTN yang berada di dalam gedung, dimohon segera meninggalkan gedung menuju ke titik kumpul di  depan Gedung STTN bagian barat dengan mengikuti jalur evakuasi. Bagi personil yang berada di Auditorium STTN, dimohon segera meninggalkan gedung menuju ke titik kumpul di belakang Gedung 14 Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA – BATAN) melalui depan masjid. Untuk karyawan PSTA agar tetap berada di lokasi masing – masing. Untuk satgas Damkar, Pengamanan, Tim Medis dan SAR agar segera ke lokasi untuk melakukan penanggulangan. Satgas yang lain tetap bersiaga menunggu instruksi berikutnya. Kepala Bidang Teknologi Proses (BTP), Bidang Fisika Partikel (BFP), Bidang Tata Usaha (BTU), Unit Jaminan Mutu (UJM) dan Ketua STTN dimohon untuk berkumpul di ruang CAS PSTA”.

 

Seluruh mahasiswa dan karyawan yang berada di STTN menuju titik kumpul di lapangan barat STTN dengan mengikuti jalur evakuasi. Seluruh satgas (Satgas Proteksi, Satgas SAR, Satgas Medis, Satgas Pengamanan, dan Satgas Damkar) segera meyiapkan alat dan perlengkapan dan menuju tempat masing-masing. Satgas Damkar segera menuju titik api yang berada di lantai 3 gedung STTN untuk memadamkan kebakaran menggunakan PAC dan Hydrant.

 

Akibat kebakaran yang terjadi, seorang mahasiswa STTN penderita asma yang berada di lantai 4 pingsan karena terkena asap kebakaran, dan satu pegawai STTN terpeleset di tangga lantai 2 akibat terburu-buru saat menuruni tangga. Tim SAR segera mendatangi korban untuk segera ditangani oleh Satgas Medis.

 

Mendengar himbauan dari paging system, sekelompok mahasiswa STTN yang sedang praktikum di belakang Gd 14 PSTA, segera menghentikan kegiatannya dan berdasarkan arahan pembimbimbing bergegas menuju ke titik kumpul di belakang Gd 14 PSTA, dan sumber radiasi yang digunakan untuk praktikum ditempatkan di lokasi aman (jauh dari kebakaran). Ketika proses evakuasi sedang dilakukan, ada seorang intruder (diduga pekerja bangunan Gd.16) yang melihat sesuatu di pinggir lapangan, mencoba mengambil alat radiografi tsb untuk dibawa keluar Kawasan Nuklir Yogyakarta (KNY) melalui pintu barat STTN.

 

Petugas pengamanan di pos belakang melihat ada seseorang yang mencurigakan dan segera bergegas untuk mendatangi orang tersebut. Melihat ada petugas pengamanan yang berusaha mendatangi intruder, intruder panik dan segera melarikan diri. Karena panik intruder menjatuhkan alat radiografi yang berisi sumber dan mengakibatkan sumber terjatuh dan keluar dari alat. Unit pengamanan segera melaporkan kepada Koordinator Operasional (OP), bahwa telah terjadi percobaan pencurian alat radiografi yang di dalamnya kemungkinan terdapat sumber radioaktif. Intruder mencoba melarikan diri. Satgas pengamanan meminta bantuan KO untuk memastikan adanya sumber radiasi yang kemungkinan tercecer. Satgas segera mengamankan intruder.

 

KO memerintahkan satgas pengamanan untuk menangkap dan mengamankan intruder dan memerintahkan satgas proteksi untuk menuju TKP untuk melakukan pengamanan sumber dan KO memerintahkan Unit pengamanan dan BTU STTN untuk mengumumkan kejadian kecelakaan radiologi melalui paging. “Telah terjadi kedaruratan radiasi di pos pengamanan  belakang. Kepada seluruh karyawan PSTA dan STTN, selain petugas P2KR agar tetap berada di di lokasi masing – masing”.

 

Satgas Proteksi Radiasi menuju TKP sesuai dengan instruksi koordinator Satgas Proteksi Radiasi, masing-masing gugus/satuan lengkap dengan membawa alat dan perlengkapan. Satgas Proteksi mengamankan sumber beserta container ke pos pengamanan belakang.

 

KO lapor ke Ketua P2KR KNY terkait kondisi akhir dan mohon untuk mengakhiri operasi penanggulangan. Ketua perintah agar operasi diakhiri. KO memerintahkan ke Satuan pengamanan agar menyampaikan pengumuman bahwa penanggulangan telah berakhir. UPN dan BTU STTN menyampaikan pengumuman melalui paging. “Pengumuman, kami tujukan kepada seluruh karyawan dan tamu pengunjung KNY, bahwa kondisi darurat telah dapat ditanggulangi dan sudah dinyatakan aman. Seluruh karyawan dan tamu pengunjung kembali ke ruangan dan bekerja seperti biasa. Atas perhatianya di ucapkan terimakasih”. Seluruh karyawan dan mahasiswa yang berada di KNY kembali ke tempat masing-masing dan beraktivitas normal kembali.

 

Begitulah yang terjadi saat acara gladi lapang kedaruratan di KNY. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, tidak hanya STTN dan PSTA, tetapi juga BASARNAS, BAPETEN, BPPD DIY, dan RSUP Sardjito. Turut mengundang warga sekitar KNY untuk turut menyaksikan latihan kedaruratan terpadu ini. Kegiatan yang dilaksanakan sebagai Program Kegiatan Tahunan Tim P2KR di KNY bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kedaruratan. Setelah gladi lapang terlaksana, seluruh pihak yang terlibat berkumpul untuk mengikuti evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi, pihak P2KR mendapatkan banyak masukan yang membangun untuk membuat sistem penanggulangan kedaruratan yang lebih baik di KNY. (ajp)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies