Workshop SPMI dan Standar Layanan Bertujuan untuk Memotivasi Perbaikan Internal STTN


Kamis, 05 Desember 2019 - 13:38:24 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 143 kali


(Yogyakarta, 29/11/19). Pada hari Sabtu, 23 November 2019, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) menyelenggarakan workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Standar Layanan. Bertempat di STTN, workshop tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari pelaksanaan studi banding STTN ke LPMAI, UKSW pada hari Jum’at, 22 November 2019 dengan narasumber Dr. Ir. Retno Indrati, M. Sc (dosen Fakultas Teknologi Pertanian UGM yang juga sebagai Auditor Kantor Jaminan Mutu UGM). Workshop diikuti oleh anggota tim jaminan mutu serta tim standar layanan STTN.

 

Kegiatan dipimpin oleh Ir. Noor Anis Kundari, MT selaku  Pembantu Ketua I bidang Akademik STTN. Dalam sambutannya, Anis menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMI di STTN belum bisa optimal, oleh karena itu diperlukan workshop agar dapat memotivasi untuk perbaikan internal, sehingga perolehan nilai akreditasi dapat maksimal. “Saat ini BAN PT menggunakan standar baru dalam penilaian akreditasi,  semoga dengan workshop ini kita mendapatkan strategi khusus /siasat agar lebih fokus pada SPMI,” jelasnya. Lebih lanjut, Anis menjelaskan bahwa tahun ini STTN fokus pada sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi, sebab sudah cukup lama STTN mengharapkan untuk bisa segera menyusun dokumen dan menerapkan Sistem Jaminan Mutu Perguruan Tinggi. Hal tersebut dikarenakan sesuatu hal, sehingga penyusunan belum bisa optimal.

 

“Mudah - mudahan dengan kegiatan pada akhir tahun ini, dapat memotivasi dan menguatkan kembali dalam menyiapkan Sistem Penjaminan Mutu Internal dan persiapan akreditasi dari BAN - PT,” lanjut Anis. Walaupun yang ikut hadir dalam acara ini tidak terlalu banyak, Anis mengharapkan agar peserta yang mengikuti kegiatan ini bisa memotivasi teman-teman lain disekitarnya, dengan strategi khusus atau siasat agar kita bisa lebih fokus untuk mengelola mahasiswa walaupun kita dibawahi langsung oleh BATAN. Di akhir sambutannya Anis menegaskan, bahwa kita harus terus semangat dalam menerapkannya, walaupun tidak cepat tapi pasti serta berkelanjutan.

 

Sementara itu, Dr. Retno di awal presentasinya menyampaikan bahwa selain akreditasi, hal lain yang perlu menjadi fokus sebuah institusi adalah layanan yang baik (pelayanan prima) serta mewujudkan apa yang dijanjikan kepada mahasiswa. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah sertifikasi layanan prima. Selain itu, materi yang telah disampaikan terdiri dari 3 materi pokok bahasan, yaitu dasar - dasar SPMI yang meliputi  kebijakan Nasional, dasar hukum, SPM Dikti, arah implementasi, standar pendidikan tinggi, membangun budaya mutu dan pengukuran mutu pendidikan tinggi. Serta beberapa dokumen SPMI Dikti yang harus dimiliki, diantaranya kebijakan SPMI, manual SPMI, standar SPMI dan dokumen formulir SPMI Dikti.

 

Bahasan kedua yaitu materi terkait SPMI dan Standar. Pada materi ini ada beberapa point penting yang disampaikan, yaitu 1. penetapan standar itu sendiri, 2. pelaksanaan SPMI dan monitoring, 3. evaluasi diri dan audit internal, 4. peningkatan mutu dan benchmarking. Adapun materi terakhir yang disampaikan berkaitan dengan standar SPMI dan standar layanan, diantaranya adalah standar pendidikan tinggi, pengertian tentang standar, perumusan dan anatomi standar, pedoman menetapkan standar, rumusan standar pendidikan, rumusan standar penelitian, rumusan standar pengabdian masyarakat.

 

Diakhir penyampaian materi, juga dilakukan sesi diskusi tanya jawab oleh peserta kepada narasumber sekaligus berkonsultasi mengenai dokumen SPMI yang harus dipersiapkan serta pengecekan dokumen yang sebelumnya telah dimiliki dan dibuat oleh tim. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama. (jdr/ef).

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies