Kuliah Umum Public Speaking untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Mahasiswa STTN


Kamis, 12 Desember 2019 - 08:45:11 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 1387 kali


(Yogyakarta, 9/12/19). Kemampuan berkomunikasi di era 4.0 ini sangat penting. Namun di sisi lain, banyak orang merasa tidak bisa, takut salah ucap, dan juga sering demam panggung ketika diminta untuk berbicara di depan umum. Mendasari hal tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) menyelenggarakan kuliah umum public speaking bagi mahasiswa tingkat akhir STTN. Kegiatan yang diikuti sekitar 80 mahasiswa tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, 6 Desember 2019 di Auditorium STTN dengan narasumber, I Made Andi Arsana, Ph. D dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

 

Pembantu Ketua III bidang kemahasiswaan STTN, Ir. Dwi Priyantoro, M. Si menyampaikan bahwa kemampuan public speaking sangat bermanfaat bagi semua. “Untuk menyampaikan aplikasi teknologi nuklir kepada masyarakat, diperlukan kemampuan public speaking yang baik, sehingga apa yang disampaikan menjadi mudah dipahami,” jelasnya. Dwi menyampaikan bahwa lapangan pekerjaan bidang kenukliran tersebar banyak di dunia, sehingga kemampuan public speaking sangat diperlukan dalam dunia kerja.

 

Andi selaku narasumber, mengawali materi dengan bercerita tentang kisah perjuangan seorang perempuan, yang tidak lain adalah ibunya dan juga kisah Bruce Lee. Baginya, kedua tokoh tersebut adalah contoh menjadi seorang public speaking yang baik. Dalam presentasinya, Andi memaparkan secara jelas tentang tips public speaking beserta dengan contoh nyatanya. Andi menjelaskan, untuk bisa menjadi public speaking yang baik, hal yang perlu diperhatikan, adalah kemampuan bercerita, kemampuan mendengar; persiapan (kemampuan untuk memvisualisasikan, kekuatan membangun rasa ingin tahu); juga kemampuan berpraktik.

 

Selain itu, Andi juga menyampaikan bahwa untuk menjadi public speaking yang baik, setiap orang hendaknya berbicara dengan orang awam, sampai orang tersebut paham maksud penyampaian (gunakan bahasa yang mudah dipahami); terus berlatih; mencoba sesuatu yang baru; mengembangkan kemampuan lafal / pengucapan; mengembangkan kemampuan kejelasan; menumbuhkan kesan alami; belajar gerakan dan bahasa tubuh serta kemampuan komunikasi non verbal. “Kemampuan membuat orang lain paham terhadap apa yang kita maksudkan, 90% bukan berasal dari apa yang kita ucapkan, tetapi berasal dari kemampuan bahasa non verbal kita,” jelas Andi. Acara dilanjut dengan sesi diskusi, yang disambut aktif peserta kegiatan. (tek)

 

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies