Wujud Kesiapsiagaan Covid-19, STTN Terapkan Kuliah Online


Rabu, 22 April 2020 - 10:10:51 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 73 kali


(Yogyakarta, 22/4/2020). Sebagai wujud kesiapsiagaan terhadap penyebaran wabah Covid-19, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) sejak tanggal 16 – 29 Maret 2020 telah membuat sebuah kebijakan untuk menghentikan seluruh kegiatan akademik dalam bentuk tatap muka langsung. Kebijakan tersebut diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Mei 2020 dengan diterbitkannya Surat Edaran Ketua STTN No 02 tahun 2020. Menyikapi hal tersebut, maka kegiatan belajar mengajar yang selama ini dilaksanakan secara tatap muka, diganti menjadi perkuliahan jarak jauh atau kuliah online, dimana dosen dapat melaksanakan pembelajaran melalui aplikasi yang mudah diakses kedua belah pihak, seperti video conference, sosial media, e-mail, dan lainnya.

 

Adi Abimanyu, M. Eng salah satu dosen STTN yang juga sebagai Ketua Jurusan Teknofisika Nuklir misalnya, selama pelaksanaan kuliah online sering menggunakan fasilitas Google classroom yang dikombinasi dengan zoom application untuk video conference serta presentasi guna menjelaskan materi kepada mahasiswa secara aktif. Menurutnya, kuliah online menjadikan kita semua belajar update sistem pembelajaran online di era 4.0. “Dalam pelaksanaan kuliah online, mahasiswa cukup merasa puas, namun jika ditanya, mereka memilih untuk belajar tatap muka karena pada kuliah online penjelasan yang detail susah untuk disampaikan dan sulit mengukur pemahaman mahasiswa secara person to person,” jelasnya saat dihubungi melalui whatsapp.

 

Sementara itu, Harum Azizah Darojati, M. Si (dosen Teknokimia Nuklir) menyampaikan bahwa selama kuliah online, beberapa media Harum gunakan, seperti melalui google class, email maupun whatshapp. Berbeda dengan Halim Hamadi, M. Sc yang lebih sering menggunakan aplikasi zoom untuk kuliah onlinenya. “Sampai saat ini secara garis besar semua berjalan lancar, respon mahasiswa juga oke. Namun memang ada beberapa mahasiswa yang terkendala dengan akses internet dan juga paket data,” ungkapnya.

 

Hal tersebut juga disampaikan oleh Nanda Jasri, mahasiswa Teknokimia Nuklir STTN, bahwa ada beberapa model perkuliahan online yang dosen STTN lakukan, sebagian menggunakan model Google classroom. Namun belum semua dosen familier dengan perkuliahan online Disamping itu, ada juga kendala terkait dengan penjelasan materi khususnya pada perhitungan, yang biasanya jika masuk perkuliahan tatap muka saja masih membutuhkan penjelasan pada tahap penjelasan perhitungan dan penggunaan grafik sebagai data, namun saat perkuliahan online hal tersebut tidak bisa dilakukan secara detail. “Semoga suatu saat nanti STTN memiliki webinar sendiri, sehingga input data, video conference, dan lainnya bisa di web itu semua. Dan yang pasti saya rindu dengan suasana kampus,” ungkapnya. Hal demikian juga dirasakan Annisa Novia, mahasiswa Elektro Mekanika STTN yang sudah merasakan kangen bisa kuliah tatap muka dan kangen teman-teman di kampus. (tek)



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies