UPPM STTN Jepara Tetap berkarya di Tengah Pandemi Corona


Kamis, 23 April 2020 - 11:21:53 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 59 kali


(Yogyakarta, 23/4/20). Pandemi penyakit COVID-19 akibat virus Corona yang terus meluas tidak menyurutkan semangat Unit Penelitian dan Pengabdian Masyakarat (UPPM), Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN - BATAN) Jepara untuk tetap berkarya. Dilaksanakan padatanggal 21 – 22 April 2020, unit yang berada di Ujungwatu, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah ini telah melaksanakan panen varian padi Inpari Sidenuk dan Mira 1 sebanyak 3 ton untuk setiap variannya. Ditanam pada lahan seluas 7.000 m2 untuk dua varian (masing – masing setengah lahan) sejak bulan Januari lalu, padi hasil litbang BATAN tersebut dalam waktu 4 bulan sudah bisa dipanen.

 

Mengenal Padi Inpari Sidenuk dan Mira 1

Penelitian BATAN di bidang pertanian khususnya untuk menghasilkan benih padi unggul sudah dimulai sejak tahun 1980. Hingga saat ini, lebih dari 20 varietas padi unggul yang sudah dilepas untuk ditanam oleh masyarakat luas, dua diantaranya adalah Inpari Sidenuk dan Mira 1. Varietas padi ini selain ditanam di Jepara, juga sudah banyak ditanam di berbagai daerah seperti Subang, Purbalingga, Pekalongan, Kebumen, Blitar, Malang, hingga Jembrana dan Buleleng, Bali. Padi Inpari Sidenuk dikembangkan dari varian Diah Suci yang diradiasi sinar gamma dengan dosis 0,2 kGy dari Co-60 yang dilepas pada tahun 2011. Umurnya yang pendek hanya 103 hari, produktivitasnya yang tinggi serta cukup tahan hama dan penyakit merupakan keunggulan dari padi ini. Nasinya yang pulen dan rasanya juga enak, menjadikan viarian ini banyak digemari masyarakat.

 

Lain halnya dengan padi Mira 1 yang dilepas tahun 2006. Padi ini dikembangkan dari varian Cisantana yang juga diradiasi gamma dari Co-60 dengan dosis 0,2 kGy. Umur tanamnya tidak jauh berbeda dari padi Inpari Sidenuk yaitu 110 hari. Padi ini memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap hama, sehingga di pasaran harga benihnya sedikit lebih mahal dibanding Inpari Sidenuk.

 

Kedua varian ini diklaim mempunyai potensi hasil 9 ton/ha GKG (gabah kering giling). Namun cara penanamannya harus sesuai dengan SOP agar mendapatkan hasil yang maksimal. Disinilah pentingnya adanya semacam sosialisasi dan pelatihan kepada petani cara penanaman benih padi unggul hasil litbang BATAN.

 

UPPM STTN Jepara

Lokasinya yang cukup dekat dengan pantai dengan suasana pedesaan yang masih asri, menjadikan UPPM STTN Jepara menjadi tempat yang mempunyai potensi besar untuk menjadi “wisata nuklir”. Selain disiapkan sebagai tempat penangkaran dan produksi benih varietas padi hasil litbang BATAN di bidang pertanian, juga menjadi tempat diseminasi iptek nuklir bagi BATAN di bidang lingkungan. Hal ini dikarenakan sebelumnya Loka Jepara ini dikelola oleh Pusat Kajian Sistem Energi Nuklir (PKSEN BATAN) sebelum akhirnya dipindahkan ke STTN BATAN pada tahun 2018 untuk pendukung kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi. Sarana prasarana untuk pemantauan data tapak terkait dengan kegempaan dan meteorologi serta lingkungan kelautan (oceanografi) masih dapat digunakan dan berfungsi dengan baik, sehingga diharapkan ke depan UPPM STTN Jepara dapat dimanfaatkan seluas-luasnya untuk masyarakat, baik sebagai sarana pendidikan, penelitian, maupun diseminasi iptek nuklir, salah satunya adalah sebagai tempat penangkaran dan penyedia benih yang dibutuhkan masyarakat di Jepara. (ismail, dwijo)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies