Tim STTN Raih Penghargaan Ide-Ide Terbaik Covid-19INA IDEAthon Kemenristek /BRIN


Jumat, 08 Mei 2020 - 13:51:02 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 242 kali


(Yogyakarta, 8/5/2020). Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN) menjadi salah satu dari 17 tim yang mendapatkan penghargaan oleh Kementerian Riset dan Teknologi / Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek / BRIN) melalui program Ideathon Innovation Covid-19 (Covid-19INA IDEAthon) dengan tema “Indonesia Gotong Royong Melindungi Bangsa dari COVID-19”. Adalah Ayu Jati Puspitasari, M. Si, dosen muda STTN dengan tim Mahasiswa yang terdiri dari Arya Nicosa dan Dian Bayu Prakarsa mengajukan proposalnya berjudul Sistem Pemantauan Tingkat Pernapasan & Saturasi Oksigen (SpO2) dan Sistem Kendali Regulator Oksigen Terintegrasi dengan Teknologi Internet of Things (IoT) untuk Perawatan Pasien Covid-19.

 

Pengumuman penerima penghargaan ide-ide terbaik Covid-19INA IDEAthon tersebut disampaikan langsung oleh Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, SE, M.U.P., Ph.D selaku Menteri Ristek / Kepala BRIN pada hari ini, 8 Mei 2020 melalui siaran online. Sejak dibuka pada tanggal 13 April 2020, Covid-19INA IDEAthon menerima 5590 proposal produk/program terbaik dari penggiat iptek, mahasiswa, pakar industri, dan masyarakat. Terpilih 17 pemenang akan mendapatkan penghargaan serta pendanaan Kemenristek/BRIN melalui LPDP (penghargaan Rispro) dari seluruh proposal yang masuk.

 

Ayu Jati menyampaikan rasa syukur dan bahagianya telah menjadi salah satu pemenang yang bisa turut menyumbangkan ide untuk penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Indonesia pada khususnya. “Harapannya dapat segera mengimplementasikan ide tersebut, mengingat saat ini masa pandemi dan terdapat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah. Dan tentunya ini menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya saat dihubungi setelah pengumuman berlangsung.

 

Pada penelitiannya, Ayu Jati dan tim menyampaikan bahwa Corona Virus Disease 19 (Covid-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Sebagian besar orang yang terinveksi virus SARS-CoV-2 akan mengalami penyakit pernapasan. Pemantauan pernapasan dan terapi oksigen merupakan hal yang penting bagi pasien Covid-19. Pembuatan sistem pemantauan tingkat pernapasan dan saturasi oksigen (SpO2), serta kendali regulator pada terapi oksigen untuk pasien Covid-19 perlu dilakukan. Di tengah terbatasnya tenaga medis dan alat pelindung diri (APD), usulan ide sistem pemantauan dan kendali tersebut dapat dikombinasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT), sehingga pemantauan kondisi pernafasan dan kendali regulator oksigen dapat dilakukan tenaga medis dari jarak jauh. Pemantauan pernapasan dan kendali regulator oksigen terintegrasi pada satu sistem.

 

Sistem pemantauan pernafasan (tingkat pernapasan dan saturasi oksigen) dan kendali regulator oksigen ini dapat digunakan pada penanganan pasien Covid-19 kondisi ringan-sedang atau sedang-berat. Teknologi IoT yang dimanfaatkan pada sistem ini dapat membantu tim medis untuk menghemat tenaga dan mengurangi waktu berinteraksi dengan pasien secara langsung, sehingga dapat menekan resiko penularan dan menghemat penggunaan APD. Lebih lanjut dijelaskan, bahwa penelitian tersebut merupakan pengembangan dari penelitian tahun sebelumnya. (tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
Top
  • Follows us our servcies