Fazlur Ansyari, Perjalanan Menuju Gelar Sarjana Terapan Teknik


Rabu, 07 Oktober 2020 - 15:30:55 WIB
Diposting oleh : taurina eka
Kategori: Berita STTN - Dibaca: 200 kali


(Yogyakarta, 7/10/20). Tanggal 7 Oktober 2020 adalah hari membahagiakan bagi Fazlur Ansyari. Tanggal tersebut adalah hari di mana Ari, sapaan akrab dari Fazlur Ansyari melaksanakan wisuda sebagai Sarjana Terapan Teknik (S. Tr.T), Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional (STTN – BATAN). Ari sangat bersyukur, dirinya bersama dengan teman-teman seangkatan bisa merasakan kebanggaan mengenakan toga wisuda meskipun dalam masa pandemi Covid-19.

 

Berasal dari salah satu kota kecil Indonesia “Sibolga”, Sumatra Utara, tidak menyurutkan niat anak keempat dari lima bersaudara tersebut untuk terus melanjutkan pendidikan sampai ke tingkat sarjana. Berbekal pengalaman menjuarai olimpiade kimia pada saat SMA, Ari memantapkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan dengan jurusan yang berkaitan dengan kimia, dan takdir membawa Fazlur masuk ke jurusan Teknokimia Nuklir STTN – BATAN.

 

September 2016 menjadi awal perjalanan Ari menjadi mahassiwa STTN - BATAN. Membawa semangat pesan dari Anies Baswedan, selaku bapak penggagas Indonesia Mengajar yang ditujukan bagi semua mahasiswa baru di tahun 2016 melalui website pribadinya, Ari mulai aktif mengikuti beberapa organisasi, sehingga pada tahun pertama kuliah ia langsung aktif dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Sleman dan Sekolah Kepemimpian Tjokro. Ari terpaksa berhenti menjadi anggota aktif di PC IMM Sleman dikarenakan mendapat amanah menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa Teknokimia Nuklir (HIMA TKN) tahun akademik 2017/2018.

 

Baginya, masa depan tidak bisa dibangun hanya dengan selembar kertas ijazah saja. Jika hanya membawa selembar ijazah saja, maka seorang pemuda tidak akan mampu menjadi pemeran penting dalam pentas dunia di masa yang akan datang. Begitu kalimat yang mendorong Ari untuk menjadi mahasiswa yang aktif bukan hanya di dalam kelas tapi juga di luar ruang kelas. Sebagai calon sarjana, dimana banyak pemuda di Indonesia yang masih belum bisa merasakan bangku kuliah, Ari merasa mempunyai tanggung jawab moral bukan hanya untuk kesuksesan diri sendiri namun juga harus mampu berdampak positif bagi masyarakat di sekitarnya.

 

Jiwa kepemimpinan, cara pemecahan masalah, berpikir kritis, dan softskills lainnya kian terasah ketika Ari aktif memimpin HIMA TKN. Berkat proses peningkatan kapasitas diri tersebut, pada Agustus 2018 Ari terpilih menjadi salah satu Volunteer Asian Games di Palembang 2018. “Menjadi Volunteer Asian Games adalah pengalaman yang sangat berharga, karena kesempatan ini tidak datang dua kali di dalam hidup saya” jelasnya. Tidak hanya itu, dua bulan setelah selesai bertugas pada event olahraga terbesar kedua di Dunia tersebut Ari terpilih menjadi salah satu finalis Nutrifood Leadership Award.

 

Selain aktif di organisasi, menjadi volunteer, dan memperoleh beberapa penghargaan kepemimpinan, Ari bersama tim (Wigo dan Joanne) dibawah bimbingan Fifi Nurfiana, M. Si (dosen Teknokimia Nuklir) juga berhasil menjadi juara tiga Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional “Chemistry” UPN Veteran Yogyakarta dan juga menjadi juara dua Olimpiade Sistem Manajemen Laboratorium Universitas Islam Indonesia (UII) pada tahun 2018.

 

Tahun 2019, Ari berhasil menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam General Conference International Atomic Energy Agency (GC IAEA) 2019 di Vienna, Austria. “Bertemu dengan orang-orang hebat di bidang teknologi nuklir di dunia menjadi salah satu kesan yang sangat mendalam bagi saya pribadi,” ungkapnya. Tidak cukup puas dengan prestasinya untuk mendapatkan banyak pengalaman, pada masa akhir perjalanan panjang sebagai mahasiswa STTN, Ari menyempatkan mengikut online internship di KPMG International Cooperative sebagai Data Analysis and Visualization yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuannya dalam bidang analisis dan visualisasi data.

 

“Semua pengalaman dan penghargaan dalam perjalanan menuju gelar sarjana itu bukan karena kemampuan saya, tapi ini berkat dukungan dari orang-orang sekitar terutama restu dan do’a yang tiada henti dari Ibu saya” ungkapnya. Bagi Ari, kemampuan akademik harus pula diimbangi dengan kemampuan non akademik. Ari berharap kemampuan dan pengalamannya mengikuti berbagai kegiatan, akan membawanya menuju gerbang kesuksesan. Ari berpesan kepada teman seperjuangan dan adik-adik tingkat di STTN jangan pernah takut untuk bermimpi besar, karena satu-satunya hal yang menghalangi mimpi itu adalah pikiran kita sendiri. Ia juga memberikan tips bahwa ketika impian kita masih belum membuat kita takut, percayalah bahwa mimpi itu belum mencapai puncak kemampuan kita. (fa/tek)

 



Berita Terkait:

0 Komentar :


Isi Komentar:
  • Nama :
  • Website :
  • Komentar :
  • (Masukkan 6 kode diatas)
  • Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  • JURNAL FORUM NUKLIR
  • BATAN
  • Tracer Alumni
  • IKM STTN
Top
  • Follows us our servcies